Mahasiswa Kelompok 7 Untirta Inisiatif Pasang Penanda Visual di Tikungan Berbahaya
JABAROKENEWS.COM, Cihara – Mahasiswa Kelompok 7 Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2026 memasang reflektor jalan di sejumlah titik rawan kecelakaan di Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Kamis 30 Januari 2026.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB dengan melibatkan tujuh mahasiswa laki laki Kelompok 7 KKM Tematik Untirta, perangkat desa, serta Karang Taruna. Pemasangan difokuskan pada tikungan tajam dan area pedestrian yang selama ini minim penanda visual pada malam hari.
Sebanyak 22 patok reflektor terpasang di sejumlah tikungan dan titik rawan yang kerap dilalui pengendara. Reflektor dipilih untuk meningkatkan visibilitas jalan pada malam hari dan saat penerangan terbatas. Pantulan cahaya dari reflektor membantu pengendara membaca arah tikungan sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Ramadhan Naafi Resanto, menyampaikan bahwa pemasangan reflektor berangkat dari hasil pemetaan lapangan yang dilakukan mahasiswa KKM Tematik terhadap titik rawan kecelakaan di Desa Ciparahu. Tim mencatat sejumlah tikungan tidak memiliki penanda visual yang memadai sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan.
“Kami melihat langsung beberapa tikungan di Desa Ciparahu minim penanda visual saat malam hari. Karena itu, kami memasang reflektor supaya pengendara lebih cepat membaca arah jalan,” jelasnya.
Pihak Pemerintah Desa Ciparahu menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan warga terkait keselamatan lalu lintas di lingkungan desa. Kepala Desa Ciparahu, Muhamad Rohman, S.IP, menyampaikan bahwa pemasangan reflektor membantu upaya desa menciptakan kondisi jalan yang lebih aman.
“Beberapa ruas jalan desa masih minim penerangan. Kehadiran reflektor ini membantu pengendara motor saat malam hari dan memberi manfaat langsung bagi warga,” ungkapnya.
Apresiasi datang dari pihak Kecamatan Cihara terhadap inisiatif mahasiswa yang menyasar masalah keselamatan jalan di desa.
“Saya kira reflektor ini dipasang orang pemda. Ternyata ini inisiatif mahasiswa KKM. Langkah ini positif dan terasa manfaatnya. Warga jadi lebih mudah melihat titik tikungan saat malam hari. Saya apresiasi setinggi tingginya untuk Kelompok 7 Desa Ciparahu,” pungkasnya.
Reflektor yang dipasang terbuat dari pipa sebagai patok penanda yang dilapisi stiker reflektif. Stiker memantulkan cahaya lampu kendaraan sehingga terlihat jelas pada malam hari dan saat hujan. Tim memilih bahan ini karena mudah diperoleh dan cepat dipasang. Pemasangan dilakukan setelah tim melihat kondisi penerangan jalan desa yang masih terbatas di beberapa titik rawan.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 7 KKM Tematik Untirta mendorong peningkatan keselamatan berlalu lintas di tingkat desa melalui solusi sederhana yang bisa diterapkan di titik rawan lainnya di Desa Ciparahu.(*)

