Akademisi UWMY Ingatkan Pentingnya Kesetaraan Tanggung Jawab Reproduksi dalam Keluarga

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jogja – Peringatan International Women’s Day setiap 8 Maret menjadi momentum refleksi atas berbagai persoalan kesetaraan gender, termasuk pembagian tanggung jawab reproduksi antara laki-laki dan perempuan.

Dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Elza Qorina Pangestika, S.H., M.H., menilai hingga kini perempuan masih menanggung beban reproduksi yang jauh lebih besar.

“Secara biologis perempuan sudah menjalani proses panjang mulai dari menstruasi, hamil sembilan bulan, melahirkan hingga menyusui,” ujarnya.

Menurut Elza, proses tersebut bukan sekadar peristiwa biologis biasa. “Semua itu membutuhkan energi fisik, mental, dan emosional yang sangat besar,” katanya.

Di sisi lain, saat ini semakin banyak perempuan yang juga aktif bekerja dan berkontribusi secara ekonomi bagi keluarga.

“Banyak perempuan menjalani dua peran sekaligus, sebagai pekerja profesional dan sebagai ibu yang bertanggung jawab dalam pengasuhan di rumah,” jelasnya.

‎Ia juga menyoroti praktik program keluarga berencana yang dalam pelaksanaannya masih lebih banyak menyasar tubuh perempuan.

“Metode kontrasepsi seperti pil KB, suntik, implan hingga IUD hampir semuanya ditujukan kepada perempuan,” kata Elza.

Padahal, menurutnya metode kontrasepsi untuk laki-laki seperti vasektomi tersedia dan secara medis relatif aman serta memiliki tingkat efektivitas tinggi.

Namun dalam praktik sosial, lanjutnya, vasektomi masih jarang dipilih karena berbagai faktor.

“Stigma maskulinitas, kekhawatiran yang tidak berdasar, hingga rendahnya literasi kesehatan reproduksi laki-laki masih menjadi hambatan,” ujarnya.

Ia menegaskan momentum International Women’s Day seharusnya menjadi ruang refleksi bersama.

“Diskusi keluarga berencana tidak lagi hanya berfokus pada tubuh perempuan. Laki-laki juga harus lebih aktif mengambil tanggung jawab reproduksi,” tegasnya.(waw)

Berita Terkait

JBM Jadi Ruang Belajar Anak, Lurah Tahunan Dorong Partisipasi Warga
‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla
‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya
Menolak Diam, Pelaku UMKM Alkid Bongkar Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal
Kebakaran Melanda Rumah Warga Kotagede, Kabel Diduga Jadi Pemicu
DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Kendaraan Dinas dan Pribadi Jadi Sasaran
GPM Yogyakarta Dorong Akses Beasiswa Kuliah, Posko Udara Dibuka untuk Warga
Dishub DIY Raih Prestasi Nasional, Chrestina Erni Widiyastuti Jadi Pembina Terbaik II

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:29 WIB

‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 13:38 WIB

‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

Rabu, 23 September 2026 - 13:31 WIB

Menolak Diam, Pelaku UMKM Alkid Bongkar Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 13:20 WIB

Kebakaran Melanda Rumah Warga Kotagede, Kabel Diduga Jadi Pemicu

Rabu, 23 September 2026 - 08:26 WIB

DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Kendaraan Dinas dan Pribadi Jadi Sasaran

Berita Terbaru