‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan TNI dan BPBD mendengarkan arahan sebelum meneruskan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Perhutani Kaliguwo-Kaliwiro, Wonosobo

Tim gabungan TNI dan BPBD mendengarkan arahan sebelum meneruskan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Perhutani Kaliguwo-Kaliwiro, Wonosobo

JABAROKENEWS.COM, WONOSOBO — Kebakaran hutan dan lahan meluas di kawasan Perhutani Kaliguwo-Kaliwiro, Wonosobo, hingga merembet menuju Kedunggong, Kabupaten Kebumen, sejak malam kemarin di lokasi.

Kodim 0707/Wonosobo bersama tim gabungan terus berupaya memadamkan kobaran api yang semakin besar dan mengancam keselamatan personel di lapangan hari ini hingga kini.

Laporan kebakaran pertama diterima Call Center RPB SAR Kaliwiro dari Babinsa serta Sekretaris Desa Kaliguwo pada malam hari, Selasa kemarin pada Selasa malam.

Informasi tersebut masuk sekitar pukul 20.00 WIB, kemudian segera diteruskan kepada pemerintah kecamatan dan berbagai instansi terkait untuk penanganan secepat mungkin secara cepat.

Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan untuk melakukan penanganan dan mencegah api semakin meluas ke wilayah sekitar sejak petang kemarin.

Namun, kondisi medan membuat proses pemadaman berlangsung berat karena kobaran api terus membesar dan merembet cepat akibat tiupan angin kencang di kawasan tersebut.

Api membakar Petak 13F dan 13G kawasan Hutan Lahan Perhutani Kaliguwo-Kaliwiro hingga mendekati wilayah Kedunggong, Sadang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah hingga kini berlangsung.

Situasi semakin berbahaya karena sejumlah pohon pinus tumbang akibat panas ekstrem selama kebakaran berlangsung di kawasan tersebut, mengancam petugas pemadam di lapangan.

Angin kencang dan kondisi cuaca panas turut memperparah keadaan sehingga titik api baru terus bermunculan di sekitar lokasi sepanjang operasi hingga saat ini.

Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., meminta seluruh personel mengutamakan keselamatan selama menjalankan operasi pemadaman di kawasan hutan tersebut secara tegas kini.

“Pohon pinus sulit dipadamkan karena mengandung minyak. Prioritaskan keselamatan tim di lokasi,” tegas Yoyok kepada personel yang bertugas di lapangan saat bertugas langsung.

Menurut Yoyok, kondisi kebakaran membutuhkan kewaspadaan tinggi karena api dapat bergerak cepat mengikuti tiupan angin dan membakar vegetasi kering selama pemadaman di lokasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan selama musim kemarau yang masih berlangsung di berbagai wilayah hingga saat ini di lapangan.

“Saat ini musim kemarau masih berlangsung. Mari kita semua perhatikan lingkungan sekitar karena kebakaran sangat mudah terjadi,” ujarnya kepada masyarakat di lokasi kejadian.

Hingga Rabu,l (23/9/2026), operasi pemadaman masih dilakukan secara intensif oleh tim gabungan di lokasi sejak malam sebelumnya hingga sore ini berlangsung.

Personel dari berbagai unsur terus bersinergi melakukan pemadaman sekaligus memantau perkembangan api agar tidak meluas ke kawasan permukiman sepanjang hari secara bergantian kini.

Ancaman pohon tumbang menjadi perhatian utama karena dapat membahayakan petugas yang berada dekat area terdampak kebakaran selama operasi berlangsung di sekitar lokasi kini.

Tim gabungan juga menghadapi kemunculan titik api baru yang dipicu angin kencang dan kondisi lahan kering di kawasan hutan hingga sore ini berlangsung.

Seluruh pihak diminta tetap waspada serta memperkuat koordinasi agar kobaran api segera dikendalikan dan dampak lebih luas dapat dicegah bersama secara menyeluruh kini.

Kodim 0707/Wonosobo mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan potensi kebakaran untuk mempercepat penanganan serta mencegah korban jiwa di sekitar hutan kini.(WAW)

Berita Terkait

‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya
Menolak Diam, Pelaku UMKM Alkid Bongkar Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal
Kebakaran Melanda Rumah Warga Kotagede, Kabel Diduga Jadi Pemicu
DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Kendaraan Dinas dan Pribadi Jadi Sasaran
GPM Yogyakarta Dorong Akses Beasiswa Kuliah, Posko Udara Dibuka untuk Warga
Dishub DIY Raih Prestasi Nasional, Chrestina Erni Widiyastuti Jadi Pembina Terbaik II
Sleman Borong Dua Penghargaan Desa Wisata DIY 2026 Lewat Garongan dan Pulesari
Sleman Creative Weeks 2026 Dorong Ekspresi Kreatif dan Pelestarian Budaya

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:29 WIB

‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 13:31 WIB

Menolak Diam, Pelaku UMKM Alkid Bongkar Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 13:20 WIB

Kebakaran Melanda Rumah Warga Kotagede, Kabel Diduga Jadi Pemicu

Rabu, 23 September 2026 - 08:26 WIB

DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Kendaraan Dinas dan Pribadi Jadi Sasaran

Selasa, 22 September 2026 - 19:37 WIB

GPM Yogyakarta Dorong Akses Beasiswa Kuliah, Posko Udara Dibuka untuk Warga

Berita Terbaru