Syawalan 1447 H di Yogyakarta Kembali Digelar, Usung Konsep Angkringan Berbasis UMKM
JABAROKENEWS.COM, Jogja – Momen Syawalan Idul Fitri 1447 H yang digelar Pemerintah Daerah DIY, Senin (30/3/2026), menjadi ajang yang paling dinanti masyarakat.
Setelah sempat ditiadakan tahun lalu, tradisi tahunan ini kembali dibuka untuk umum di Kompleks Kepatihan Yogyakarta.
Warga pun berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Acara yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini diprediksi akan dipadati masyarakat maupun wisatawan.
Antusiasme tinggi diperkirakan kembali terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Warga diimbau datang lebih awal agar tidak kehabisan kesempatan bersalaman langsung dengan Sultan.
“Pada prinsipnya ini adalah momen pemimpin daerah bertemu dengan rakyat dan hubungannya,” ujar Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan, kegiatan ini terbuka untuk umum namun dibatasi waktunya.
“Terbuka untuk umum, tapi jamnya kami batasi, karena jam 13.00 beliau ada agenda kesopanan,” katanya.
Pembatasan ini dilakukan agar agenda tetap berjalan tertib dan lancar.
Menariknya, konsep syawalan tahun ini mengalami perubahan signifikan.
Jika sebelumnya menghadirkan hidangan prasmanan, kini Pemda DIY mengusung konsep lebih membumi dengan menghadirkan sekitar 70 angkringan yang melibatkan pelaku UMKM.
“Kami akan menyediakan menu angkringan, ada sekitar 70 angkringan. Kami melibatkan UMKM untuk penyediaannya,” jelasnya.
Koordinator Humas Dinas Kominfo Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, menambahkan masyarakat diminta mengenakan pakaian rapi serta tidak diperkenankan berswafoto saat bersalaman.
“Tim humas akan menyiapkan fotografer resmi dan membagikan tautan unduhan. Ini juga bagian dari ketertiban,” ujarnya.
Ia menegaskan, konsep sederhana berbasis UMKM ini diharapkan menjadi momentum penguatan ekonomi rakyat sekaligus menjaga tradisi silaturahmi tetap hidup. (Andriyani)

