Concert Philharmonic #2 SSPO UMY Tampilkan Harmoni Musik dan Kiprah Orkes Mahasiswa Muhammadiyah
JABAROKENEWS.COM, Sang Surya Philharmonic Orchestra (SSPO) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar Concert Philharmonic #2 bertajuk “Aventura en Armonía” (Petualangan dalam Harmoni) pada Sabtu (13/6) di Auditorium Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Konser tersebut menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa sekaligus menegaskan kiprah SSPO sebagai orkestra mahasiswa pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
Mengusung tema “Aventura en Armonía”, konser ini menggambarkan perjalanan individu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan dan menemukan keharmonisan di tengah keberagaman. Melalui berbagai repertoar yang dibawakan, penonton diajak menikmati perjalanan musikal yang memadukan nilai seni, kolaborasi, dan kebersamaan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMY, Prof. Muhammad Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota SSPO yang berhasil menyelenggarakan konser kedua mereka. Menurutnya, konser tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi mahasiswa dalam mengembangkan seni musik orkestra di lingkungan kampus.
“Yang pertama, kami ingin mengucapkan selamat untuk konser yang kedua ini. Tentu jerih payah dan kerja keras teman-teman telah terbayarkan sehingga melahirkan konser yang kedua ini,” ungkap Faris.
Faris menjelaskan bahwa SSPO memiliki posisi yang istimewa dalam sejarah perkembangan organisasi kemahasiswaan UMY. Didirikan pada 2019, SSPO lahir dari mimpi untuk menghadirkan sebuah orkestra mahasiswa yang lengkap, meskipun UMY tidak memiliki program studi musik.
“UKM ini sangat spesial karena setelah didirikan tahun 2019, kami punya mimpi bagaimana UMY bisa melahirkan sebuah UKM musik yang tidak saja musik biasa, tetapi betul-betul paket orkes lengkap. Dan ini merupakan UKM orkestra pertama di Perguruan Tinggi Muhammadiyah seluruh Indonesia,” jelasnya.
Menurut Faris, perkembangan SSPO menunjukkan capaian yang membanggakan. Jika pada masa awal berdiri hanya sekitar 25 hingga 30 persen pemain yang berasal dari mahasiswa UMY, kini jumlah tersebut meningkat hingga mencapai 90 persen. Hal tersebut menunjukkan keberhasilan proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Selain menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa, SSPO juga dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun identitas musikal UMY maupun Muhammadiyah. Salah satunya melalui aransemen lagu Sang Surya yang kini digunakan dalam berbagai kegiatan resmi Muhammadiyah.
“Musik Sang Surya itulah yang sampai sekarang digunakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah kalau setiap acara. Jadi warnanya sangat berbeda,” tuturnya.
Faris menambahkan bahwa SSPO juga turut memberikan warna dalam pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah. Menurutnya, untuk pertama kalinya Muhammadiyah memiliki orkestra lengkap yang tampil dalam forum besar Persyarikatan tersebut, sekaligus menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa UMY dalam pengembangan seni budaya Muhammadiyah.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN.Eng. Ia menilai penyelenggaraan Concert Philharmonic #2 menjadi bukti bahwa SSPO terus berkembang dan mampu menjaga konsistensinya sebagai komunitas seni mahasiswa yang produktif.
“Ini yang kedua kalinya kita mengadakan forum yang agak besar. Tahun kemarin di Gedung Budaya dan sekarang kembali terselenggara dengan baik. Atas nama Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami memberikan apresiasi yang luar biasa,” ujarnya.
Prof. Gunawan yang juga menjadi salah satu penggagas berdirinya SSPO mengungkapkan bahwa perkembangan organisasi tersebut tidak terlepas dari kerja keras para pembina, pengurus, dan anggota yang terus berproses sejak awal pendiriannya.
Ia berharap konser orkestra mahasiswa ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai unit kegiatan mahasiswa lainnya.
“Saya pikir memang ini event tahunan. Event tahunan yang bukan cuma sekadar diadakan kalau sempat, tapi memang harus selalu diadakan setiap tahun. Entah bentuknya seperti apa, apakah juga kolaboratif dengan UKM yang lainnya, saya pikir perlu kita coba,” tambahnya.
Pada konser kali ini, SSPO menampilkan berbagai repertoar mulai dari karya klasik seperti Arioso karya J.S. Bach, Lascia Ch’io Pianga, dan Dance of The Sugar Plum Fairy, hingga lagu-lagu populer seperti Something Just Like This, Show Yourself, Simple and Clean, Gala Bunga Matahari, This Is Me, Believer, dan He’s a Pirate. Penampilan solo, duet, quartet, perkusi, serta full orchestra bersama guest vocalist dan guest conductor berhasil memukau para penonton yang hadir.
Melalui Concert Philharmonic #2, SSPO tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi sarana pendidikan karakter, kolaborasi, dan pengembangan kreativitas mahasiswa. Konser ini sekaligus menegaskan komitmen UMY dalam mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa serta memperkuat kontribusi kampus dalam memajukan seni dan budaya di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat luas.
Sumber : Humas Umy

