Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi dala konfetensi pers di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi dala konfetensi pers di Jakarta, Senin (15/6/2026).

JABAROKENEWS.COM, Jakarta — Industri media di Indonesia menghadapi tekanan baru di tengah derasnya arus digital. Dewan Pers mengungkapkan, sekitar 80 persen dari total belanja iklan digital nasional senilai Rp71 triliun kini dikuasai oleh tiga perusahaan teknologi global, yakni Google, Meta, dan TikTok.

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi menyebut, kondisi tersebut membuat perusahaan pers harus berebut porsi yang jauh lebih kecil dari kue iklan digital. Sisa sekitar 20 persen nilai iklan digital diperebutkan oleh lebih dari separuh perusahaan media.

“Ekosistem saat ini memperlihatkan ketimpangan yang tidak adil. Ada tiga kelompok yang menguasai periklanan, sementara kelompok media semakin tersisih dan akan terus menghadapi tekanan,” ujar Dahlan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Menurut Dahlan, perubahan lanskap bisnis media tidak hanya terjadi akibat pergeseran pola konsumsi informasi, tetapi juga diperparah oleh munculnya teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut memanfaatkan karya jurnalistik sebagai bahan untuk mengolah dan mendistribusikan informasi melalui algoritma, tanpa adanya kompensasi kepada pembuat karya.

Situasi itu, kata dia, berdampak langsung terhadap keberlangsungan perusahaan pers dan profesi jurnalis. Efek disrupsi digital mulai terlihat melalui berbagai persoalan, mulai dari tekanan bisnis hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media.

“Disrupsi digital perlahan menghantam perusahaan pers dan jurnalis. Dampaknya bukan hanya pada model bisnis, tetapi juga keberlanjutan kerja jurnalistik,” katanya.

Menghadapi persoalan tersebut, Dewan Pers mendorong sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui pembahasan dalam Konvensi Nasional Media Massa 2026. Forum itu membicarakan masa depan jurnalisme, keberlangsungan perusahaan pers, hingga model pendanaan media.

Salah satu agenda penting yang didorong Dewan Pers adalah pengakuan terhadap karya jurnalistik sebagai karya yang memiliki nilai ekonomi.

Dahlan menjelaskan, aturan hak cipta sebelumnya belum sepenuhnya menempatkan karya jurnalistik sebagai produk yang memiliki hak ekonomi. Dalam ketentuan lama, karya jurnalistik dapat dikutip, disebarluaskan, atau digunakan kembali sepanjang mencantumkan sumber.

Namun, perubahan ekosistem digital membuat pendekatan tersebut dinilai tidak lagi memadai. Kementerian Hukum saat ini berinisiatif merevisi Undang-Undang Hak Cipta dengan memasukkan karya jurnalistik sebagai salah satu produk yang memiliki hak ekonomi.

“Kami berharap revisi Undang-Undang Hak Cipta ini mendapatkan dukungan semua pihak,” ujar Dahlan.

Bagi industri pers, persoalan tersebut bukan semata soal perebutan iklan, melainkan menyangkut keberlanjutan produksi informasi publik. Ketika karya jurnalistik menjadi bahan baku utama ekosistem digital, mekanisme penghargaan terhadap karya dan kerja jurnalistik menjadi isu yang kian mendesak. (ihd)

Berita Terkait

Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital
Maulid Nabi Muhammad SAW, Pusterad Perkuat Semangat Keteladanan dan Pengabdian
Hadiri HUT ke-28 PAN, Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis
Sheera Resmi Rilis Single Perdana “Luka Terakhir”, Angkat Kisah Takut Kembali Jatuh Cinta
Kemenag Tingkatkan Pemanfaatan Empat Candi untuk Kegiatan Keagamaan
Perjalanan 1 Dekade, The Trees & The Wild Rayakan Album Zaman, Zaman dalam Format Vinyl
Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Berlangsung 17–23 September
Komite III DPD RI Desak Transisi DTSEN, Jaminan Sosial Jangan Terputus

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:51 WIB

Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital

Jumat, 18 September 2026 - 16:52 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW, Pusterad Perkuat Semangat Keteladanan dan Pengabdian

Jumat, 18 September 2026 - 15:01 WIB

Hadiri HUT ke-28 PAN, Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis

Jumat, 18 September 2026 - 14:52 WIB

Sheera Resmi Rilis Single Perdana “Luka Terakhir”, Angkat Kisah Takut Kembali Jatuh Cinta

Jumat, 18 September 2026 - 08:44 WIB

Kemenag Tingkatkan Pemanfaatan Empat Candi untuk Kegiatan Keagamaan

Berita Terbaru

Nasional

Wamendagri Wiyagus: Perangi TB Butuh Sinergi Lintas Sektor

Senin, 21 Sep 2026 - 23:24 WIB