BMKG: El Niño Ekstrem Bikin Musim Hujan di Yogyakarta Datang Lebih Lambat Sebulan

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus bersiap menghadapi kemarau panjang. BMKG memperingatkan ancaman kekeringan akibat El Niño sangat kuat.
‎
Berdasarkan siaran pers Stasiun Klimatologi Kelas II DIY per 10 Oktober 2026, fenomena tersebut diprediksi bertahan hingga awal 2027.
‎
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II DIY, Dr. Mamenun, S.Si., M.Si., menyebut El Niño sangat kuat dan Dipole Mode positif berpotensi memperpanjang kemarau, sekaligus membuat cuaca terasa semakin terik.
‎
Kondisi ini membuat masyarakat perlu mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih, terutama ketika curah hujan masih rendah dalam beberapa pekan mendatang.
‎
BMKG menetapkan seluruh wilayah DIY dalam Status Awas Kekeringan Meteorologis hingga pertengahan Oktober 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
‎
Curah hujan juga diprediksi berada pada kategori bawah normal hingga awal November 2026. Situasi ini berpotensi memperberat dampak kekeringan.
‎
Warga diminta tidak menganggap remeh peringatan tersebut. Penggunaan air secara bijak menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan kebutuhan sehari-hari.
‎
BMKG mengingatkan masyarakat agar menghemat air bersih, termasuk menghindari penggunaan berlebihan untuk kegiatan yang tidak mendesak selama periode kekeringan berlangsung.
‎
Ancaman berikutnya berkaitan dengan mundurnya awal musim hujan. BMKG memperkirakan musim hujan di DIY datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal.
‎
Awal musim hujan diprediksi mundur sedikitnya tiga dasarian atau sekitar satu bulan dari jadwal yang biasanya terjadi.
‎
Dengan kondisi tersebut, hujan diperkirakan mulai turun secara bertahap pada akhir November hingga pertengahan Desember 2026.
‎
Masyarakat perlu memahami bahwa perkiraan tersebut bukan berarti seluruh wilayah DIY akan langsung mengalami hujan secara merata pada periode yang sama.
‎
BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan berlangsung pada Februari hingga Maret 2027. Durasi musim hujan diprediksi lebih pendek dibandingkan kondisi normal.
‎
Perubahan pola musim ini menuntut masyarakat lebih cermat mengelola persediaan air, sekaligus mempersiapkan lingkungan untuk menghadapi perubahan cuaca berikutnya.
‎
Selain kekeringan, warga diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas membakar sampah maupun membuka lahan dengan api sebaiknya dihindari.
‎
BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko api menjalar dan sulit dikendalikan.
‎
Memasuki masa peralihan musim, masyarakat juga perlu mewaspadai hujan lebat mendadak, petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
‎
Karena itu, warga disarankan membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon lapuk, serta memeriksa kondisi atap dan struktur bangunan.
‎
Pemeriksaan baliho dan papan reklame juga penting dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan maupun bahaya akibat terpaan angin kencang saat cuaca berubah.
‎
BMKG mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menghemat air, dan saling mengingatkan agar lebih siap menghadapi perubahan musim serta potensi cuaca ekstrem.(ady)

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan
Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026
BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan
KUSTOMFEST 2026 Dibuka di Yogyakarta, 225 Kendaraan Kustom Dipamerkan
Meriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, 74 Tim Pelajar Adu Kreasi di Lomba Mural
Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus
Karomah Touring Salurkan 14 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
Senator DIY Tunjukkan Kepedulian lewat Aksi Nyata, Tak Sekadar Serap Aspirasi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:57 WIB

KUSTOMFEST 2026 Dibuka di Yogyakarta, 225 Kendaraan Kustom Dipamerkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Berita Terbaru