Meriahkan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, 74 Tim Pelajar Adu Kreasi di Lomba Mural

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Sebanyak 74 tim pelajar dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta mengikuti Lomba Mural Pelajar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Melalui karya seni di atas tembok, para peserta menyampaikan pesan tentang pelestarian budaya, kepedulian terhadap lingkungan, dan harapan terhadap masa depan Kota Yogyakarta.

Lomba mural tersebut berlangsung di depan SMP Negeri 8 Yogyakarta, Sabtu (10/10/2026). Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, meninjau langsung pelaksanaan kegiatan yang menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat.

“Kenapa lomba mural? Ya, untuk melatih anak-anak mengekspresikan kemampuan seninya sekaligus menyampaikan pesan-pesan yang bagus, bagaimana Kota Yogyakarta ke depan bisa lebih baik lagi. Budaya yang kuat, Kota Jogja yang bersih, kota yang berbudaya, dan sebagainya,” ujar Budi.

Menurut Budi, lomba mural tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi pelajar. Setiap karya diharapkan mengandung pesan moral yang dapat mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan merawat identitas budaya Yogyakarta.

“Ini kan aksi nyata pelajar. Sekaligus P5 pembangunan moral, sekaligus ada pesan-pesannya di setiap gambar mereka,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran pelajar untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sekaligus mendorong mereka mengembangkan potensi serta meraih prestasi.

“Harapannya anak-anak sekolah di Kota Yogyakarta itu bersih, sehat. Itu yang paling penting. Berprestasi,” tegasnya.

Lomba mural pelajar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ini mengusung tema “Otentik Budayanya, Konkret Bersihnya”.

Tema tersebut mengajak generasi muda menerjemahkan keistimewaan Yogyakarta melalui karya visual yang memadukan kekayaan budaya dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Peserta menuangkan beragam gagasan melalui simbol budaya, ikon kota, hingga ilustrasi aktivitas masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kreativitas tersebut menjadi bentuk partisipasi generasi muda dalam mendukung terwujudnya Kota Yogyakarta yang berbudaya, bersih, dan sehat.

Salah satu karya datang dari Antonius Andro Putra, peserta dari SMP Yohanes Bosco Yogyakarta. Ia mengangkat sosok dalang sebagai pengisah Yogyakarta dengan menghadirkan tokoh wayang dan simbol budaya dalam karyanya.

“Temanya ada dalang, bercerita tentang Jogja. Di dalamnya ada wayang, ceritanya di dalam gunungan,” jelas Antonius.

Dalam ilustrasi gunungan tersebut, Antonius menggambarkan seseorang yang sedang membersihkan kawasan Pantai Parangtritis sambil bermain layang-layang. Karyanya juga menampilkan aktivitas bermain gamelan serta tokoh Hanoman yang sedang membersihkan Jalan Malioboro dan kawasan di depan kantor.

Melalui perpaduan unsur tradisional dan pesan kebersihan, Antonius ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan lingkungan juga diangkat Zulfa Konita dari SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Ia menuangkan pandangannya tentang kondisi Kota Yogyakarta melalui ilustrasi wajah seseorang dengan berbagai gambaran yang merepresentasikan isi pikirannya.

“Kami menggambarkan wajah seseorang dengan menampilkan isi pikirannya, kami gambar ada tugu, ada Sungai Code, kemudian sampah-sampah dan beberapa yang berusaha membersihkan sampah tersebut,” katanya.

Karya tersebut memadukan ikon Kota Yogyakarta dengan persoalan sampah dan upaya masyarakat membersihkan lingkungan. Melalui ilustrasi itu, Zulfa menyampaikan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dapat dimulai dari pemikiran, kesadaran, dan tindakan setiap individu.

Beragam karya dalam Lomba Mural Pelajar ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Para pelajar tidak hanya mengembangkan kemampuan artistik, tetapi juga belajar menyuarakan gagasan dan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar mereka.

Melalui kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta tersebut, kreativitas generasi muda diharapkan mampu memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus mendorong aksi nyata menjaga kebersihan kota dalam kehidupan sehari-hari. (Aga).

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan
Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026
BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan
KUSTOMFEST 2026 Dibuka di Yogyakarta, 225 Kendaraan Kustom Dipamerkan
Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus
Karomah Touring Salurkan 14 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
BMKG: El Niño Ekstrem Bikin Musim Hujan di Yogyakarta Datang Lebih Lambat Sebulan
Senator DIY Tunjukkan Kepedulian lewat Aksi Nyata, Tak Sekadar Serap Aspirasi

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Lebih dari Sekadar Pameran, KUSTOMFEST 2026 Hasilkan Dana Rp1,027 Miliar untuk Sosial dan Pendidikan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Banjir Produk China, Bengkel Kustom Kian Sepi Jelang Kustomfest 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:55 WIB

BPBD Sleman dan Bhabinkamtibmas Ajak Warga Perum Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:57 WIB

KUSTOMFEST 2026 Dibuka di Yogyakarta, 225 Kendaraan Kustom Dipamerkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Bidik 7.500 Mahasiswa Baru, UMY Dorong Dosen Aktif Promosikan Kampus

Berita Terbaru