Delegasi Buruh RI Bertemu Presiden ILC, Bahas Agenda Strategis
JABAROKENEWS.COM, Jenewa, Swiss — Delegasi serikat pekerja Indonesia yang menghadiri International Labour Conference (ILC) Sesi ke-114 di Jenewa, Swiss, menggelar pertemuan dengan Presiden International Labour Confederation (ILC) Ali Yalcin dan Sekretaris Jenderal ILC Hamza Oksuz untuk membahas penguatan kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turki.
Pertemuan yang difasilitasi Wakil Presiden ILC Suharjono Kademi Kartodinomo itu dihadiri Ketua Delegasi Pekerja Indonesia Darta Pakpahan, Sekjen KSPSI Jumhur Hidayat, Arif Minardi, Daeng Wahidin, serta sejumlah delegasi pekerja Indonesia lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas program peningkatan kapasitas organisasi pekerja, pelatihan kepemimpinan, pengembangan dialog sosial, serta perluasan kerja sama internasional untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.
Presiden ILC Ali Yalcin mengapresiasi partisipasi aktif organisasi pekerja Indonesia dalam berbagai kegiatan internasional. “Solidaritas internasional menjadi kunci menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang. ILC berkomitmen mendukung penguatan organisasi pekerja di Indonesia,” katanya Jumat, (5/6/2026).
Sekretaris Jenderal ILC Hamza Oksuz menjelaskan Indonesia memiliki peran strategis dalam gerakan pekerja internasional karena jumlah tenaga kerja yang besar dan aktif dalam berbagai forum global.
Ketua Delegasi Pekerja Indonesia Darta Pakpahan mengungkapkan pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama internasional serikat pekerja Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan ILC akan memperkuat kapasitas organisasi pekerja dalam memperjuangkan kepentingan buruh di era global.
Sementara itu, anggota delegasi Indonesia, H. Dewa Sukma Kelana, S.H., M.Kn., menyambut positif hasil pertemuan tersebut. “Kami berharap berbagai program yang dibahas dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi pekerja Indonesia,” tegasnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi ketenagakerjaan Indonesia di tingkat internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mewujudkan pekerjaan layak dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
(Yuyi Rohmatunisa)

