Densus 88 Antiteror Polri Bantu Warga Kedungpoh Gunungkidul Penuhi Kebutuhan Air Bersih

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Satgaswil DIY Densus 88 Antiteror Polri memberikan pengarahan di hadapan pemerintah kalurahan dan warga dalam rangkaian kegiatan penyaluran bantuan air bersih di Kedungpoh

Perwakilan Satgaswil DIY Densus 88 Antiteror Polri memberikan pengarahan di hadapan pemerintah kalurahan dan warga dalam rangkaian kegiatan penyaluran bantuan air bersih di Kedungpoh

JABAROKENEWS.COM, GUNUNGKIDUL – Densus 88 Antiteror Polri Satgaswil DIY menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul, Selasa (22/9/2026), untuk kebutuhan masyarakat bersama warga.

Bantuan tersebut menyasar warga tiga padukuhan yang membutuhkan dukungan ketersediaan air bersih di tengah kebutuhan dasar masyarakat setempat, terutama musim kemarau sepanjang musim kemarau.

Padukuhan Mojosari menjadi penerima terbesar dengan sasaran sebanyak 180 kepala keluarga yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari warga di wilayah tersebut setiap hari.

Selanjutnya, bantuan air bersih juga diberikan kepada 65 kepala keluarga di Padukuhan Kedungpoh Kulon, serta 35 kepala keluarga Nglorog yang turut membutuhkan secara rutin.

Selain air bersih, Densus 88 memberikan dukungan sarana melalui bantuan pendalaman sumur bor untuk warga Padukuhan Mojosari agar kebutuhan air semakin terjamin bagi warga.

Untuk Padukuhan Nglorog, bantuan berupa mesin pompa air disalurkan guna menunjang pemenuhan kebutuhan air masyarakat setempat dalam aktivitas sehari-hari warga secara mandiri bersama warga.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian aparat terhadap kebutuhan dasar sekaligus upaya membangun komunikasi positif bersama masyarakat di tingkat lokal secara berkelanjutan untuk memperkuat kebersamaan.

Melalui bakti sosial ini, Densus 88 juga berupaya mempererat hubungan dengan warga melalui semangat gotong royong dan kepedulian sosial bersama di tengah kebutuhan warga.

Usai penyaluran bantuan, Densus 88 Satgaswil DIY melanjutkan kegiatan edukasi pencegahan radikalisme dan ekstremisme kekerasan kepada masyarakat Kedungpoh secara langsung kepada peserta secara langsung.

Kegiatan edukasi itu diikuti lebih dari 150 masyarakat bersama Panewu Nglipar, Kapolsek, Lurah, para Dukuh, tokoh agama dan masyarakat setempat yang hadir yang hadir.

Turut hadir rekan-rekan dalam program deradikalisasi, termasuk eks narapidana terorisme serta eks anggota JI yang terlibat dalam kegiatan tersebut bersama masyarakat secara terbuka bersama.

Materi edukasi membahas latar belakang dan faktor yang dapat mendorong berkembangnya paham radikalisme serta ekstremisme kekerasan di lingkungan masyarakat setempat secara nyata kepada peserta.

Peserta juga diajak memahami potensi pengaruh paham tersebut terhadap masyarakat, termasuk anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan di lingkungan mereka setempat.

Pemahaman mengenai ciri-ciri paparan radikalisme diberikan agar masyarakat mampu mengenali potensi pengaruh sejak dini di lingkungan masing-masing dengan lebih waspada bersama keluarga dan masyarakat.

Selain mengenali cirinya, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara tepat bersama lingkungan sekitar untuk menjaga keamanan bersama secara berkelanjutan warga.

Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Satgaswil DIY menegaskan, “pencegahan merupakan tanggung jawab bersama” seluruh elemen masyarakat di lingkungan masing-masing secara berkelanjutan secara nyata bersama.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman, toleran, sekaligus mampu menjadi benteng terhadap paham kekerasan secara bersama di masyarakat melalui keluarga.

Tokoh agama dan masyarakat juga dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat komunikasi, kepedulian, serta ketahanan sosial warga setempat dalam menghadapi ancaman bersama secara bersama.

Pemerintah kapanewon dan kelurahan turut diharapkan aktif menjaga lingkungan melalui kolaborasi bersama masyarakat dan aparat keamanan secara berkelanjutan untuk pencegahan bersama di wilayah bersama.

Densus 88 berharap edukasi tersebut membuat warga lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu mengambil langkah pencegahan secara tepat sejak dini bersama keluarga di masyarakat.

Kasatgaswil menekankan, lingkungan yang aman membutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh agama, pemerintah, aparat, serta seluruh elemen masyarakat secara bersama dalam pencegahan radikalisme dan kekerasan setempat.

Melalui kegiatan sosial dan edukasi, Densus 88 berharap tumbuh “gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, serta cinta tanah air” dalam kehidupan masyarakat sehari-hari bagi masyarakat (waw)

Berita Terkait

JBM Jadi Ruang Belajar Anak, Lurah Tahunan Dorong Partisipasi Warga
‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla
‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya
Menolak Diam, Pelaku UMKM Alkid Bongkar Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal
Kebakaran Melanda Rumah Warga Kotagede, Kabel Diduga Jadi Pemicu
DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Kendaraan Dinas dan Pribadi Jadi Sasaran
GPM Yogyakarta Dorong Akses Beasiswa Kuliah, Posko Udara Dibuka untuk Warga
Dishub DIY Raih Prestasi Nasional, Chrestina Erni Widiyastuti Jadi Pembina Terbaik II

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:29 WIB

‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 13:38 WIB

‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

Rabu, 23 September 2026 - 13:31 WIB

Menolak Diam, Pelaku UMKM Alkid Bongkar Dugaan Tekanan dan Jukir Ilegal

Rabu, 23 September 2026 - 13:20 WIB

Kebakaran Melanda Rumah Warga Kotagede, Kabel Diduga Jadi Pemicu

Rabu, 23 September 2026 - 08:26 WIB

DLH Yogyakarta Gelar Uji Emisi Gratis, Kendaraan Dinas dan Pribadi Jadi Sasaran

Berita Terbaru