JABAROKENEWS.COM, TANGERANG — Nama Gugun Gumilar menjadi sorotan setelah dirinya memilih hadir langsung di tengah situasi yang memanas akibat insiden pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (20/9/2026).
Alih-alih mengambil sikap yang berpotensi memperkeruh suasana, Gugun justru mendorong ruang dialog sebagai jalan untuk mencari penyelesaian. Sikap tersebut kemudian mendapat apresiasi dari Founder sekaligus Ketua Dewan Pembina Diwa Foundation, Diah Warih Anjari atau yang akrab disapa Diwa.
Diwa menilai keberanian Gugun untuk turun langsung dan berupaya membuka ruang komunikasi menjadi contoh menarik di tengah persoalan yang menyangkut toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
“Jelas ini kesungguhan, keberanian, dan niat yang luar biasa dari sosok Gugun Gumilar menjaga toleransi di Tanah Air ini. Ini harus mendapatkan penghargaan,” ujar Diwa.
Menurut Diwa, keberanian Gugun bukan hanya soal hadir secara fisik di tengah persoalan. Yang menjadi perhatian adalah kemauannya untuk mendengar berbagai pihak dan mendorong penyelesaian melalui dialog.
Bagi Diwa, sikap tersebut memperlihatkan bahwa menjaga toleransi membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar menyampaikan pesan tentang keberagaman.
Ia bahkan menyebut langkah Gugun sebagai sesuatu yang layak mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Apabila Presiden mendengar kisah heroik ini, pasti Gugun akan dipanggil dan diberikan penghargaan dari pemerintah,” kata Diwa.
Diwa juga melihat sosok Gugun sebagai gambaran generasi muda yang berani mengambil peran ketika persoalan sosial muncul di tengah masyarakat.
Menurutnya, anak muda tidak harus selalu berada di belakang layar ketika terjadi persoalan yang menyangkut kehidupan bersama. Kehadiran, keberanian berdialog dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan.
“Tokoh muda semacam Gugun Gumilar ini bisa menjadi teladan yang baik menjaga persatuan dan kesatuan umat, bangsa dan negara,” tutur Diwa.
Ia berharap sikap tersebut dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Saya berharap Gugun-Gugun yang lain yang berjuang untuk negaranya juga bisa tumbuh,” lanjutnya.
Apresiasi terhadap Gugun juga menjadi perhatian Diwa Foundation. Diwa menyebut pihaknya memberikan penghargaan tinggi terhadap anak bangsa yang memiliki perhatian terhadap toleransi beragama.
“Diwa Foundation memberikan apresiasi dan penghargaan tertinggi kepada anak bangsa yang selama ini menjaga betul toleransi beragama di Indonesia,” ujar Diwa.
Di tengah situasi sosial yang semakin dinamis, Diwa menilai keberadaan figur muda yang mau terlibat dalam persoalan masyarakat menjadi penting.
Gugun sendiri disebut memilih pendekatan yang oleh Diwa diibaratkan sebagai “jalan Ninja”—bergerak ketika dibutuhkan dan berupaya menjaga keseimbangan di tengah persoalan.
Bagi Diwa, keberanian seperti itu patut dikenalkan kepada publik, terutama generasi muda. Sebab, toleransi tidak hanya membutuhkan pemahaman tentang keberagaman, tetapi juga keberanian untuk menghormati perbedaan dan membuka ruang dialog.
Langkah Gugun Gumilar dalam merespons situasi di Mauk Sepatan pun menjadi perhatian tersendiri. Bukan karena ingin memperbesar persoalan, melainkan karena memilih hadir dan mendorong jalan komunikasi ketika suasana tengah memanas.
Pesan yang kemudian muncul adalah pentingnya menghadirkan lebih banyak anak muda yang bersedia mengambil peran dalam menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman Indonesia. (Aga)















