Dinkes Yogyakarta Libatkan SBH dalam Posko Kesehatan pada Momen Besar

JABAROKENEWS.COM, YOGYAKARTA — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melibatkan anggota Saka Bakti Husada dalam berbagai kegiatan kesehatan masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan remaja hingga dukungan operasional di posko kesehatan saat momen besar seperti Lebaran.

Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Kota Yogyakarta, Arumi Wulansari, menjelaskan bahwa Saka Bakti Husada merupakan satuan karya dalam gerakan pramuka yang bergerak di bidang kesehatan dan berada di bawah pembinaan Dinas Kesehatan.

Menurutnya, keberadaan Saka Bakti Husada bertujuan membentuk kader remaja yang dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Tujuan utamanya adalah membentuk kader-kader remaja yang bisa menjadi pionir dan agen perubahan, terutama dalam menggerakkan teman sebaya untuk peduli terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Keanggotaan Saka Bakti Husada terbuka bagi pramuka penegak dan pandega dengan rentang usia 16 hingga 25 tahun. Seluruh kegiatan organisasi ini mengacu pada pedoman dari Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan melalui pembinaan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Dalam pelaksanaannya, anggota Saka Bakti Husada mendapatkan berbagai pelatihan serta materi edukasi kesehatan secara berkala. Salah satu kegiatan yang pernah dilakukan adalah sosialisasi pencegahan stunting bagi remaja, di mana anggota SBH dibekali pengetahuan agar dapat menyampaikan informasi tersebut kepada teman sebaya.

Selain itu, anggota SBH juga mengikuti pelatihan rutin di sanggar kegiatan serta menyusun rencana kerja tahunan melalui Dewan Saka yang berisi program pelatihan dan kegiatan kesehatan.

Dalam struktur kegiatannya, SBH memiliki enam bidang pembelajaran atau krida, yaitu krida Bina Lingkungan Sehat, krida Bina Keluarga Sehat, krida Pengendalian Penyakit, krida Bina Gizi, krida Bina Obat, serta krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tak hanya kegiatan edukasi, anggota SBH juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kesehatan di tingkat kota. Di antaranya mendukung operasional posko kesehatan pada momen besar seperti pengamanan Natal dan Tahun Baru, perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, serta posko pengamanan Lebaran.

Dalam kegiatan tersebut, anggota SBH tidak bertugas sebagai tenaga medis utama, melainkan sebagai tim pendukung yang membantu petugas kesehatan dari puskesmas maupun tim layanan kegawatdaruratan.

Biasanya setiap posko melibatkan sekitar tiga hingga empat anggota SBH pada setiap shift penjagaan.

Arumi menegaskan bahwa keterlibatan anggota SBH dalam berbagai kegiatan tersebut bersifat sukarela. Pihaknya membuka kesempatan bagi generasi muda yang memiliki minat di bidang kesehatan untuk bergabung melalui kegiatan kepramukaan.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik bergabung dengan Saka Bakti Husada sehingga dapat menambah pengetahuan kesehatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (Aga)