Dirjen Bina Adwil Tekankan Perlunya Kolaborasi Multipihak dalam Mengoptimalkan Program Kencana

Rabu, 2 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Jakarta, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mengoptimalkan gerakan kecamatan tangguh bencana (Kencana). Menurutnya langkah tersebut penting untuk mengatasi tantangan penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, meliputi aspek ancaman hingga kerentanan terhadap bencana.

Apalagi selama ini upaya dalam penanggulangan bencana di daerah mengalami tantangan yang tidak sederhana, salah satunya banyaknya jumlah penduduk dan cakupan administratif yang begitu luas. Karena itu, Safrizal mendorong kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, baik pusat maupun daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Pola koordinasi digunakan sebagai kunci untuk membantu daerah kabupaten/kota dalam memfasilitasi percepatan penerapan SPM Sub-Urusan Bencana khususnya pada kecamatan rawan bencana,” ujar Safrizal pada Rapat Asistensi Fungsi Kecamatan dalam Penanggulangan Bencana melalui Program Kencana yang digelar di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Rabu (2/8/2023).

Melalui program Kencana, Kemendagri terus mendukung optimalisasi kecamatan dalam penanggulangan bencana, termasuk aksesibilitas di daerah terpencil.

“Saya harap peran kecamatan dapat berkontribusi dalam membantu percepatan tahapan penerapan SPM Sub-Urusan Bencana di kabupaten/kota,” tambah Safrizal.

Penerapan SPM Sub-Urusan Bencana menjadi penting untuk dioptimalkan. Pasalnya hal itu merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Minimal.

“Kehadiran BPBD dalam rapat ini diharapkan bisa menyegerakan pemetaan wilayah rawan bencana di tingkat kecamatan sesuai dokumen kajian risiko bencana kabupaten/kota,” tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, rapat ini turut menghadirkan 25 pemerintah daerah meliputi unsur BPBD, Bappeda, Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah, serta camat dari wilayah rawan bencana. Selain itu, kegiatan tersebut mengundang para narasumber di antaranya Kemenko PMK, Analis Kebijakan Madya pada Subdit Fasilitasi Kecamatan, Tenaga Ahli Kebencanaan Kemendagri, dan BNPB.(wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Cegah Bencana Karhutla Kaltim! Wamendagri Wiyagus Minta Forkopimda Bergerak Cepat dan Solid
Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan!
Tegas! Mendagri Siap Kawal Ketat Perda Agar Langsung Dirasakan Utuh oleh Masyarakat
Warnai Industri Musik Tanah Air, The KIM’5 Ungkap Cerita Kesetiaan Lewat Debut Single “KAMU”
Penuhi Akses Air Bersih Warga, Satgas PRR dan BRIN Cek Lokasi Pembangunan Arsinum di Aceh Utara
Diapresiasi Wamendagri Wiyagus, Demak Didorong Jadi Role Model Penanganan TBC
Agar Kebijakan Sampai ke Rakyat, Mendagri Minta Pemda Dongkrak Peran Strategis Diskominfo
Akselerasi Eliminasi TBC, Wamendagri Wiyagus Minta Pemda Alokasikan Program dan Anggaran Prioritas

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Cegah Bencana Karhutla Kaltim! Wamendagri Wiyagus Minta Forkopimda Bergerak Cepat dan Solid

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Tegas! Mendagri Siap Kawal Ketat Perda Agar Langsung Dirasakan Utuh oleh Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Penuhi Akses Air Bersih Warga, Satgas PRR dan BRIN Cek Lokasi Pembangunan Arsinum di Aceh Utara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Diapresiasi Wamendagri Wiyagus, Demak Didorong Jadi Role Model Penanganan TBC

Berita Terbaru