Harga Cabai dan Beras Naik, Mendagri Minta Pemda Lakukan Pengendalian

Senin, 6 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKE.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) melakukan langkah pengendalian inflasi seiring dengan naiknya harga cabai dan beras. Hal itu disampaikan Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penyerahan Insentif Fiskal dalam Pengendalian Inflasi Daerah Periode Ke-3 Tahun 2023.

“Kita sudah tahu bahwa yang naik itu adalah beras, kemudian cabai. Nah untuk beras semua kita sedang bekerja,” kata Mendagri secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (6/11/2023).

Adapun salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan harga cabai yakni dengan melakukan gerakan menanam agar produksinya meningkat. Menurut Mendagri, menanam cabai tidak harus bergantung pada musim hujan. Masyarakat bisa menanamnya kapan pun di dalam polybag. Bahkan, banyak daerah yang sudah menggerakkan gerakan tanam cabai sampai di kota-kota. Sejumlah pemda sudah membuat gerakan tanam cabai dalam jumlah yang cukup besar. Tak hanya itu, mereka juga memberikan sisa hasil panennya kepada daerah lain yang mengalami kekurangan.

“Di Makassar misalnya, di lorong-lorong dibuat [media tanam] cabai, di gang-gang pakai polybag. Nah sebetulnya [cabai merupakan] tanaman yang mudah sekali tumbuh, cuma mungkin kurang digerakkan. Ada daerah-daerah yang mewajibkan sampai setiap kelurahan, RW/RT. Ada juga yang mewajibkan ASN-nya untuk menanam cabai. Sebetulnya itu, tanpa harus menunggu daerah lain” terangnya.

Dia menekankan, gerakan menanam cabai ini bergantung pada kemauan masing-masing Pemda. Apalagi dalam rangka mendukung pengendalian inflasi, Mendagri telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam Rangka Pengendalian Inflasi di Daerah. Selain itu, aparat penegak hukum juga bersedia mendampingi Pemda agar tidak ragu memanfaatkan BTT untuk mengendalikan inflasi.

“Jangan ragu-ragu, gerakkan gerak tanam cabai, meskipun saat ini memang para petani cabai lagi senang ini, harganya naik, tapi senangnya jangan terlalu berkepanjangan, karena yang konsumennya yang sedih nanti,” ujarnya.

Sementara untuk beras, selain berupaya meningkatkan jumlah produksi dalam negeri, Mendagri juga mendorong Pemda agar terus berkoordinasi dengan Bulog. Hal ini untuk memastikan persediaan beras Bulog dapat didistribusikan dengan baik.

“Penyumbang [inflasi] masih beras ya meskipun harganya sudah mulai flat, tapi masih di harga di atas harga acuan. Jadi memang kita harus bekerja dalam negeri untuk membuat produksi, di samping juga impor untuk stoknya cukup dan kemudian bisa didistribusikan,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Pengendalian Inflasi Makin Solid, Pemprov Lampung Sabet Peringkat I TPID Terbaik Sumatera
Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946
Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh
APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali
Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam
Kemnaker Tekankan Kedisiplinan Administrasi bagi Peserta MagangHub Batch 2
Ketua TP PKK Lampung Purnama Wulan Sari Mirza Hadiri Rakor Kelembagaan Dekranas, PKK, dan Posyandu
Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:14 WIB

Pengendalian Inflasi Makin Solid, Pemprov Lampung Sabet Peringkat I TPID Terbaik Sumatera

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh

Selasa, 22 September 2026 - 14:31 WIB

APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali

Selasa, 22 September 2026 - 13:38 WIB

Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam

Berita Terbaru

Halaman depan dan taman Grand Hotel de Djokja, hotel bersejarah yang pertama kali dibuka pada 1911(foto istimewa)

Yogyakarta

115 Tahun Grand Hotel de Djokja, Saksi Sejarah Malioboro

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:01 WIB