Inovasi Alat Penabur Pupuk Granul Dibidik Tingkatkan Efisiensi Pertanian di Cihara
JABAROKENEWS.COM, Cihara – Mahasiswa Kelompok 7 Kuliah Kerja Mahasiswa Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Tahun 2026 melaksanakan sosialisasi inovasi teknologi sederhana berupa alat penabur pupuk granul di Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak (27/1/2026).
Kegiatan dilakukan dengan metode kunjungan langsung ke lokasi kelompok tani. Tim KKM mendatangi kediaman ketua kelompok tani Kadu Bongkok pada pukul 08.00 WIB, dilanjutkan ke kelompok tani Tani Mukti pada pukul 09.30 WIB, serta kelompok tani Malandingan di Kampung Malandingan pada pukul 11.00 WIB.
Sosialisasi diikuti oleh sekitar 15 hingga 20 orang petani dari masing masing kelompok. Tim KKM Tematik Kelompok 7 Untirta memperkenalkan alat penabur pupuk granul sederhana sebagai teknologi tepat guna untuk membantu proses pemupukan di lahan pertanian.
Alat penabur pupuk dirancang menggunakan pipa PVC sebagai tabung penampung pupuk. Sistem kerja alat memanfaatkan klep karet yang terbuka saat tuas ditarik sehingga pupuk jatuh tepat di area perakaran tanaman. Saat tuas dilepas, klep kembali menutup sehingga aliran pupuk terhenti. Sistem ini membuat petani dapat menabur pupuk dalam posisi tubuh tegak.
Ketua pelaksana kegiatan, Kevin Choeruzakky, menjelaskan bahwa inovasi alat penabur pupuk sederhana bertujuan membantu petani mengatasi kendala pemupukan manual yang selama ini memakan waktu dan berdampak pada kondisi fisik petani.
“Selama ini petani harus membungkuk berulang kali saat menabur pupuk. Cara tersebut melelahkan dan membuat proses pemupukan tidak merata. Alat sederhana ini kami perkenalkan agar pemupukan lebih cepat, tepat sasaran, dan mengurangi risiko nyeri punggung,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Tematik memberikan penjelasan mengenai bahan, cara pembuatan, prinsip kerja, serta perawatan alat penabur pupuk. Bahan utama alat berupa pipa PVC, karet ban dalam sebagai klep, serta sambungan pipa yang mudah diperoleh di toko bangunan dengan biaya terjangkau. Petani diajak memahami tahapan perakitan agar dapat membuat alat serupa secara mandiri.
Mahasiswa KKM Tematik menilai alat penabur pupuk granul sederhana dapat membantu petani menghemat waktu kerja dan mengurangi pupuk terbuang karena jatuh di luar area perakaran tanaman. Alat ini bekerja optimal untuk pupuk kering berbentuk granul sehingga petani diarahkan untuk memastikan pupuk dalam kondisi kering saat digunakan.
Perwakilan kelompok tani menyambut baik sosialisasi tersebut karena alat yang diperkenalkan dinilai mudah dibuat dan relevan dengan kebutuhan di lapangan. Petani menilai alat penabur pupuk dapat mempermudah proses pemupukan dan mengurangi beban kerja fisik saat musim tanam.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kelompok 7 KKM Tematik Untirta mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna berbasis kebutuhan petani desa. Inovasi alat penabur pupuk sederhana diharapkan dapat mendukung efisiensi kerja pertanian serta penguatan produktivitas pertanian berbasis potensi lokal Desa Ciparahu.(*)

