ISI Yogyakarta Kupas Makna “Jakarta Hari Ini”, Musik Rock Ternyata Sarat Pesan Dakwah

JABAROKENEWS.COM, ‎Jogja – Musik rock alternatif ternyata tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media penyampaian pesan-pesan spiritual.

Temuan itu diungkap dalam penelitian yang dilakukan M Rizky Setiawan dan Nurul Azmi, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yang mengkaji lagu “Jakarta Hari Ini” karya band For Revenge.

Dalam penelitian tersebut, keduanya menjelaskan bahwa lagu “Jakarta Hari Ini” merupakan bentuk transformasi pesan spiritual yang terinspirasi dari Surah Al-Baqarah ayat 216.

“For Revenge tidak sekadar menciptakan karya musik, tetapi juga mentransformasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam lirik yang kontekstual sehingga lebih mudah dipahami generasi muda,” tulis peneliti dalam artikelnya.

Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis.

Analisis dilakukan melalui kajian lirik lagu, studi literatur, serta teori intertekstualitas yang dikemukakan oleh Julia Kristeva.

Melalui pendekatan tersebut, peneliti menemukan adanya hubungan yang kuat antara lirik lagu dengan makna yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 216.

Menurut penelitian, lirik seperti “kadang kita perlu tersakiti untuk menjadi manusia” merepresentasikan pesan bahwa tidak semua hal yang tidak disukai manusia merupakan sesuatu yang buruk.

Sebaliknya, pengalaman pahit dapat menjadi jalan menuju kedewasaan dan pembelajaran hidup, sejalan dengan makna ayat yang menyebutkan bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi manusia.

Penelitian juga menilai For Revenge berhasil menghadirkan bentuk dakwah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Pesan-pesan spiritual dikemas melalui narasi percintaan dan musik rock alternatif tanpa menghilangkan esensi nilai keagamaan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menjangkau kalangan milenial dan Generasi Z yang lebih dekat dengan budaya populer.

Selain itu, penelitian menyebutkan bahwa perpaduan antara seni dan spiritualitas membuka ruang baru dalam penyiaran dakwah.

Musik tidak lagi hanya dipandang sebagai media hiburan, melainkan juga sebagai sarana refleksi yang mampu mengajak pendengar memahami nilai keikhlasan, kesabaran, serta hikmah di balik setiap peristiwa kehidupan.

Melalui temuan tersebut, M Rizky Setiawan dan Nurul Azmi menyimpulkan bahwa dakwah dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.

Mereka menilai karya seperti “Jakarta Hari Ini” menjadi bukti bahwa musik rock alternatif mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan spiritual kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif, kontekstual, dan relevan.(waw)