Jaga Kondusivitas Libur Sekolah, Patroli Siber dan Lapangan Dikerahkan Antisipasi Klitih di Jogja
JABAROKENEWS.COM, JOGJA – Masa libur sekolah di Yogyakarta justru dimanfaatkan sebagian remaja untuk berkeliaran hingga dini hari, sehingga memicu perhatian serius aparat dan pemerintah daerah.
Satgas Pencegahan Kenakalan Anak Usia Sekolah DIY pun menggelar patroli rutin setiap hari selama masa libur sekolah hingga 12 Juli 2026 berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kenakalan remaja berkembang menjadi tindak pidana, termasuk aksi kekerasan jalanan atau klitih yang meresahkan masyarakat.
Sebelumnya, petugas sempat membubarkan aksi vandalisme di kawasan Jalan Bantul serta kerumunan anak muda yang masih berkumpul pada malam hari di Kotabaru.
Kepala Satpol PP DIY, Bagas Senoadji, menegaskan patroli dilaksanakan dengan strategi yang tidak mudah ditebak agar pengawasan berjalan lebih efektif.
“Rute patroli dan jadwalnya sengaja kami rahasiakan,” kata Bagas.
“Setiap malam diputuskan saat apel sehingga tidak mudah diketahui pihak luar.”
Menurut Bagas, sasaran utama patroli adalah anak usia sekolah yang masih berada di luar rumah hingga larut malam maupun dini hari.
“Sasaran kami adalah anak usia sekolah yang beraktivitas di malam atau dini hari,” ujar Bagas menegaskan fokus pengawasan selama libur sekolah berlangsung.
“Itu waktunya mereka beristirahat, bukan keluyuran,” lanjut Bagas, seraya mengingatkan pentingnya disiplin waktu demi keselamatan dan masa depan para pelajar.
Patroli juga dilakukan dengan pendekatan persuasif, mengedepankan edukasi serta pembinaan kepada para remaja sebelum muncul pelanggaran yang lebih serius kemudian.
Petugas turut memantau titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul anak muda pada malam hari untuk mengurangi potensi gangguan keamanan masyarakat.
Hasil patroli terakhir menunjukkan kondisi yang cukup menggembirakan karena petugas tidak menemukan senjata tajam maupun penyalahgunaan narkoba di lapangan saat pemeriksaan.
“Alhamdulillah, patroli terakhir tidak menemukan sajam maupun narkoba,” menjadi indikator bahwa langkah pencegahan mulai memberikan dampak positif bagi keamanan wilayah.
Meski demikian, pemerintah menegaskan patroli akan terus digelar secara konsisten agar potensi kenakalan remaja dapat dicegah sebelum berkembang menjadi tindak kriminal.
Bagas menilai pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran yang merugikan pelaku, korban, maupun masyarakat secara luas.
Pemerintah juga mengajak seluruh orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak selama masa libur sekolah agar tidak terjerumus dalam pergaulan berisiko.
“Peran keluarga dan masyarakat sangat penting,” tegas Bagas. “Keamanan Yogyakarta menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat semata.”(WAW)

