Mahasiswa UNY Turun ke Jalan, Bagikan Nasi untuk Masyarakat Membutuhkan
JABAROKENEWS.COM, JOGJA – Semangat berbagi terus menyala di Kota Yogyakarta. Yayasan Satuan Team Anti Kriminal (STAK) Yogyakarta bersama Komunitas Tlusupan Berbagi dan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar aksi sosial membagikan nasi bungkus kepada masyarakat yang membutuhkan, Selasa (30/6/2026) malam.
Kegiatan yang diawali dengan berkumpul di Gedung Bumi Putera itu menjadi bukti kepedulian lintas komunitas yang terus terjaga selama bertahun-tahun.
Pengurus Tlusupan Berbagi, Bang Jack, mengaku bersyukur karena aksi sosial kali ini mendapat tambahan relawan dari kalangan mahasiswa UNY.
Menurutnya, semakin banyak anak muda yang ikut terlibat akan semakin memperkuat semangat berbagi kepada sesama.
”Terima kasih kepada Ketua STAK, mahasiswa UNY dan seluruh anggota yang hadir yang meluangkan waktunya untuk melaksanakan kegiatan sosial berbagi nasi.
”Alhamdulillah kegiatan malam ini kita mendapat saudara baru dari mahasiswa UNY,” ujarnya.
Bang Jack menegaskan gerakan berbagi nasi terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang. Siapa pun yang ingin bergabung dipersilakan ikut serta, baik sebagai relawan maupun donatur.
”Tidak melarang kalau ada orang baru mau ikut kegiatan, karena ini kan sosial. Biasanya ada donatur yang kasih bungkusan nasi, tapi kita juga menerima jika ada orang dari komunitas yang membawa nasi untuk dibagikan,” katanya.
Ketua STAK Yogyakarta, Sigit “Cemo” Susanto, berharap kegiatan yang telah berjalan selama tujuh tahun tersebut terus berlanjut karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat.
Menurutnya, aksi berbagi tidak hanya menyasar tukang becak, tetapi juga para pekerja malam hingga warga yang terpaksa tidur di emperan jalan.
”Berbagi nasi ini adalah gerakan sosial bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi dengan membagikan nasi bungkus kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelas Cemo (panggilan – red).
Ia menuturkan, pembagian nasi dilakukan rutin setiap Selasa malam dengan jumlah sekitar 150 bungkus yang berasal dari donasi masyarakat.
Bahkan, relawan tak segan membangunkan warga yang tertidur di ruang terbuka agar tetap mendapatkan makanan.
”Kita membagikan nasi bungkus untuk saudara kita yang masih tidur beralas bumi dan beratapkan langit, kepada para pekerja keras yang masih bekerja di malam hari, dan sebagai latihan untuk kami mengasah naluri berbagi kami pribadi,” ungkapnya.
”Ada kegiatan rutin setiap hari Selasa malam. Rata-rata 150 bungkus dibagikan kepada pekerja malam, orang yang pantas menerima, dan tukang becak,” tambahnya.
Kegiatan sosial tersebut juga berhasil menarik perhatian mahasiswa UNY. Ilham mengaku tergerak setelah mengikuti aksi berbagi nasi dan berkomitmen untuk terus aktif dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
”Kami berusaha akan selalu aktif dalam kegiatan sosial berbagi nasi ini. Siapa tahu ada teman-teman kami nanti ikut tergerak hatinya ikut kegiatan ini,” katanya penuh harap.
Hal senada disampaikan Risma yang merasa kegiatan tersebut membawa pengalaman berharga sekaligus memperluas pergaulan.
Ia mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri setiap kali ikut membagikan nasi kepada masyarakat yang membutuhkan.
”Saya dulunya diajak gerakan berbagi nasi ini, kegiatannya positif berbagi nasi dan juga menambah teman daripada juga tidak ada kegiatan lainnya,” ujarnya.
”Yang saya rasakan ada berkah sendiri. Makanya aku tidak mau meninggalkan kegiatan sosial ini kalau memang tidak ada acara yang sangat penting,” tutupnya.(waw)

