Menteri Ekraf: Gim Kini Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif dan Peluang Anak Muda Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Riot Games dalam penguatan ekosistem esports nasional. Secara khusus, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyebut esports sudah merambah ke banyak lini yang memerlukan kolaborasi dengan banyak pihak.

“Gim hari ini bukan hanya produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi. Indonesia memiliki ekosistem gim yang sangat besar dan dinamis. Generasi muda kita tidak hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, esports talent, event organizer, musisi, hingga pengembang gim,” ujar Menteri Ekraf saat audiensi bersama jajaran Riot Games di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (14/5).

Penguatan ekosistem esports yang dibahas termasuk pengembangan talenta kreatif digital hingga potensi penyelenggaraan event esports regional dan internasional di Indonesia. Menteri Ekraf juga menilai Riot Games telah memiliki kedekatan yang kuat dengan generasi muda Indonesia melalui berbagai gim populer seperti VALORANT dan League of Legends.

Audiensi tersebut turut membahas pengembangan ekosistem turnamen esports berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional, penguatan daya saing tim esports Indonesia di level internasional, serta peluang kolaborasi dengan pengembang gim lokal dalam aspek pendanaan, outsourcing services, dan penerbitan gim lokal. Selain itu, Kementerian Ekraf mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai aktivasi Riot Games di Indonesia, mulai dari subsektor musik, ilustrasi, visual art, fesyen, hingga intellectual property(IP) lokal.

“Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang ini secara serius dan terukur,” kata Menteri Ekraf.

Kedua pihak juga menjajaki potensi kolaborasi dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Forum internasional tersebut akan menghadirkan berbagai agenda ekonomi kreatif global, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.

Dalam paparannya, Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyampaikan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam perkembangan ekosistem VALORANT di kawasan APAC (Asia-Pacific). Menurutnya, antusiasme komunitas serta prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam kompetisi esports internasional.

“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” ujar Jake Sin.

Dalam kesempatan tersebut, Riot Games turut menyampaikan rencana pengembangan Valorant Champions Tour (VCT) di kawasan Asia Pasifik, termasuk pembentukan jalur kompetisi profesional independen untuk Indonesia mulai 2027 serta potensi penyelenggaraan turnamen tingkat APAC di Indonesia pada 2028. Audiensi diakhiri dengan rencana pembentukan tim kecil dari kedua belah pihak untuk menindaklanjuti peluang kerja sama jangka pendek, menengah, dan panjang dalam pengembangan esports dan industri kreatif digital di Indonesia.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Gim Luat Sihombing, dan jajaran Kementerian Ekraf terkait subsektor gim dan ekonomi digital.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946
Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh
APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali
Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam
Kemnaker Tekankan Kedisiplinan Administrasi bagi Peserta MagangHub Batch 2
Ketua TP PKK Lampung Purnama Wulan Sari Mirza Hadiri Rakor Kelembagaan Dekranas, PKK, dan Posyandu
Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital
Maulid Nabi Muhammad SAW, Pusterad Perkuat Semangat Keteladanan dan Pengabdian

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh

Selasa, 22 September 2026 - 14:31 WIB

APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali

Selasa, 22 September 2026 - 13:38 WIB

Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam

Senin, 21 September 2026 - 10:07 WIB

Kemnaker Tekankan Kedisiplinan Administrasi bagi Peserta MagangHub Batch 2

Berita Terbaru