JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 kembali hadir pada (6/10/26 – 8/10/26) di Loman Park Hotel Yogyakarta. Mengusung tema RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing, festival ini memadukan budaya Jawa, aktivitas wellness, seni kreatif, dan gaya hidup berkelanjutan.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, JCWF menawarkan beragam kegiatan bagi masyarakat yang ingin menikmati pengalaman wisata berbeda, mulai dari yoga dan sound healing hingga lokakarya seni serta eksplorasi tradisi herbal Nusantara.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, mengatakan JCWF dikembangkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Yogyakarta melalui pendekatan wellness yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.
Hal tersebut disampaikan GKR Bendara dalam konferensi pers JCWF 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, filosofi Jawa seperti hamemayu hayuning bawana, sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh, serta semangat gotong royong memiliki relevansi dengan upaya membangun kehidupan yang lebih seimbang.
“Budaya adalah ruh utama yang menghubungkan manusia dengan identitasnya. Melalui JCWF 2026, kami berkomitmen membangun ekosistem pariwisata berbasis cultural wellness yang tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar GKR Bendara.
JCWF 2026 menghadirkan lima zona pengalaman, yakni Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness.
Pengunjung dapat mengikuti berbagai kelas, seperti Rise & Shine Yoga, SKJ 88, Mat Pilates & Breathwork, serta Javanese Yoga & Sound Healing. Ada pula kelas tari dan gamelan bertajuk Sulur Bertumbuh yang mempertemukan aktivitas kreatif dengan seni tradisional.
Bagi pencinta seni, tersedia lokakarya Shibori, The Art of Letting Go, Mindful Stitching, Art to Self, Junk Journaling, dan Eco-Cultural Art Therapy.
Festival ini juga menghadirkan diskusi seputar kesehatan mental, pengelolaan stres, dan gaya hidup holistik melalui topik seperti Mindful vs. Emotional Eating dan Duduk Bersama Kegagalan.
Pengunjung dapat mengenal tradisi lokal melalui kegiatan meracik jamu, Meramu Rempah Nusantara, konsultasi keris, hingga Tarot Jawa. Tersedia pula sesi privat berdasarkan reservasi, termasuk konseling psikologi, energy healing, pembacaan tarot atau oracle, palm reading, dan penyehatan tradisional.
Selain kelas dan lokakarya, JCWF 2026 menghadirkan Wellness Artisan Market yang terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Pasar ini menawarkan produk kuliner sehat, kerajinan tangan, produk perawatan diri, karya kreatif, hingga barang berbasis prinsip keberlanjutan.
Festival juga menyediakan panggung utama, ruang komunitas, Business Matching Lounge, dan sesi konsultasi privat untuk mempertemukan pengunjung, praktisi wellness, komunitas, serta pelaku usaha.
Tahun ini, JCWF melibatkan 97 komunitas dan mitra terkurasi dari 13 kota dan daerah di Indonesia. Tercatat pula 85 program terjadwal, 14 program tidak berbayar, 65 praktisi wellness, serta 32 peserta Artisan Market.
Pada hari pertama, 6 November 2026, festival dibuka dengan Pentahelix Forum dan Opening Ceremony. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas budaya, praktisi wellness, dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat pengembangan cultural wellness di Yogyakarta.
Aspek keberlanjutan turut menjadi bagian dari penyelenggaraan JCWF 2026. Penyelenggara bekerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, untuk menjalankan inisiatif Zero Waste Management melalui pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya.
JCWF juga merencanakan penghitungan jejak karbon kegiatan yang akan dikompensasi melalui penanaman pohon. Pengunjung diajak membawa tumbler pribadi, menggunakan fasilitas water station, memanfaatkan transportasi umum, dan memilah sampah selama acara.
Melalui perpaduan budaya, wellness, dan praktik ramah lingkungan, JCWF 2026 diharapkan memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness sekaligus membuka peluang bagi komunitas dan pelaku usaha lokal.
Informasi lengkap mengenai jadwal dan registrasi program tersedia melalui situs resmi jcwf.id. (Aga)















