Revitalisasi IKAL Lemhannas Dinilai Penting untuk Perkuat Kontribusi bagi Bangsa
JABAROKENEWS.COM, SLEMAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas DIY menegaskan pentingnya revitalisasi organisasi dan penguatan pemikiran strategis kebangsaan dalam forum konsolidasi pasca Munaslub IKAL Lemhannas 2026 di Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram, Minggu (24/5/2026).
Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan soliditas alumni Lemhannas agar mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Ketua Dewan Pengurus DPP IKAL Lemhannas DIY, Agus Sartono menegaskan dinamika Munas V hingga Munaslub harus menjadi pelajaran penting bagi organisasi.
“Perjalanan Munas V hingga Munaslub menjadi momentum evaluasi bersama. IKAL Lemhannas harus kembali menjadi organisasi strategis yang mampu menjaga marwah, soliditas, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya di hadapan peserta forum.
Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai IKAL Lemhannas memiliki peran penting sebagai think tank kebangsaan.
Ia menyoroti berbagai persoalan strategis di DIY, mulai dari kemiskinan, ketimpangan ekonomi hingga pengelolaan sampah yang membutuhkan solusi konkret berbasis pemikiran strategis.
“DIY memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan serius. Diperlukan rumusan pemikiran strategis yang konkret untuk mengelola potensi tersebut demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Penasehat DPD IKAL Lemhannas DIY, Gunawan Sumodiningrat menegaskan IKAL Lemhannas harus kembali menjadi pusat pemikiran strategis bangsa sekaligus wadah kaderisasi calon pemimpin nasional.
Ia menekankan prinsip “percaya, yakin, buktikan” sebagai fondasi kepemimpinan dan pengabdian kepada bangsa.
“Gerakan revitalisasi IKAL Lemhannas harus dimulai dari Yogyakarta untuk kemudian memberi kontribusi bagi Indonesia bahkan dunia,” tegasnya.
Prof. Gunawan juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan budaya nusantara dalam membangun karakter bangsa.
Ia menyebut nilai-nilai Jawa seperti sangkan paraning dumadi, manunggaling kawula gusti, dan memayu hayuning bawana tetap relevan dalam memperkuat orientasi kepemimpinan nasional.
Menurutnya, Lemhannas sejak awal dibentuk untuk mencetak pemimpin bangsa yang memiliki visi kebangsaan kuat sekaligus spiritualitas budaya yang mendalam.
Forum konsolidasi turut diisi paparan hasil Munaslub IKAL Lemhannas 2026 oleh Djagal Marseno serta diskusi dinamis mengenai pembangunan nasional, pendidikan karakter, tata kelola pemerintahan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Bambang Supriyadi, Akhbar Sahidi, dan Haka Astana Mantika Widya. Melalui forum ini, DPD IKAL Lemhannas DIY menegaskan komitmennya menjadi ruang strategis lahirnya gagasan kebangsaan demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan berdaya saing. (ady)

