UMKM Makin Bersinar, Mandala Krida Expo #3 Siap Semarakkan Yogyakarta
JABAROKENEWS.COM, JOGJA – Halaman Stadion Mandala Krida dipastikan kembali menjadi magnet hiburan masyarakat. Mulai 26 Juni hingga 12 Juli 2026, Mandala Krida Expo (MKE) #3 hadir sebagai pesta rakyat yang tak hanya menawarkan keseruan pasar malam, tetapi juga menjadi upaya nyata menggairahkan pariwisata dan menghidupkan denyut ekonomi pelaku UMKM di Kota Yogyakarta.
Mengusung tema “Jogja Menyala, Jogja Istimewa”, ajang yang digelar Altar Ria Production bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta itu diproyeksikan memberdayakan sekitar 160 pedagang.
Beragam wahana permainan, panggung hiburan, hingga deretan stan kuliner dan produk UMKM disiapkan untuk menyambut masyarakat yang tengah menikmati libur sekolah.
Presiden Altar Ria, Inung Nurzani, mengatakan Mandala Krida Expo merupakan kelanjutan semangat menghadirkan kembali hiburan rakyat yang dulu identik dengan tradisi Sekaten.
”Ini adalah ikhtiar kami menghadirkan lagi hiburan rakyat yang dekat dengan masyarakat. Ada nostalgia, tetapi dikemas lebih segar dan relevan dengan kebutuhan saat ini,” ujarnya.
Menurut Inung, masyarakat sudah cukup lama merindukan pesta rakyat berskala besar setelah penyelenggaraan Sekaten di Alun-Alun Utara terhenti akibat penataan kawasan dan pandemi COVID-19.
”Kami ingin masyarakat kembali memiliki ruang berkumpul yang aman, meriah, sekaligus memberi manfaat ekonomi. Pasar malam bukan sekadar hiburan, tetapi ruang perputaran ekonomi rakyat,” tegasnya.
Tak hanya menjadi arena rekreasi, MKE #3 juga membuka ruang ekspresi bagi generasi muda.
Melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta, anak-anak PAUD, TK, SD hingga SMP se-Kota Yogyakarta diberi kesempatan menampilkan talenta seni dan budaya di panggung utama.
Penampilan pelajar dijadwalkan berlangsung pukul 16.00-19.30 WIB, sementara hiburan untuk masyarakat umum digelar mulai pukul 19.30-23.00 WIB.
Inung menegaskan, pesta rakyat ini dirancang agar tetap ramah di kantong.
”Masyarakat bisa menikmati liburan bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Sementara pedagang memiliki peluang meningkatkan omzet selama momen liburan sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, “Yang paling utama, pasar malam ini bisa menjadi pilihan liburan hemat.
Tidak ada tarif masuk, cukup bawa uang buat parkir saja.”
Ia juga meluruskan anggapan bahwa kegiatan tersebut menggunakan dana pemerintah.
”Kami tidak memakai dana APBD, apalagi Dana Keistimewaan. Semua dari kontribusi teman-teman komunitas, mulai dari tenda, panggung, kuliner hingga hiburan,” jelasnya.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Mandala Krida Expo #3 diharapkan tak sekadar menjadi pesta rakyat yang meriah, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan, panggung seni budaya lokal.
”Ini juga sebagai bukti bahwa Jogja tetap istimewa ketika masyarakatnya bergerak dan tumbuh bersama,” pungkasnya.(WAW)

