JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Majelis Zikir wa Maulidurrasul SAW Al Khidmah Haul Akbar Kota Yogyakarta ke-270 di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan persaudaraan masyarakat dalam memperingati hari jadi Kota Yogyakarta. Melalui zikir, selawat, dan doa bersama, masyarakat diajak mendoakan agar Yogyakarta senantiasa diberikan kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-270 sebagai momentum untuk menjaga persatuan, melestarikan budaya, serta berkontribusi dalam pembangunan kota.
Ia menyampaikan, peringatan tahun ini mengusung tema “Otentik, Konkrit”, yang menekankan pentingnya menjaga identitas dan karakter Yogyakarta sekaligus menghadirkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Tema ini menjadi semangat untuk terus menjaga karakter dan identitas Yogyakarta, sekaligus menghadirkan layanan publik dan karya yang nyata, dapat dirasakan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Hasto.
Menurutnya, rasa syukur atas bertambahnya usia Kota Yogyakarta tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui tindakan nyata sesuai peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.
“Masyarakat juga perlu mengingat sejarah perjuangan para leluhur dan pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia serta pembangunan Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Hasto juga mengingatkan pentingnya menghargai perjuangan para pendahulu dan meneruskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, kontribusi terhadap pembangunan dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat sesuai bidang masing-masing.
“Profesi-profesi lainnya harus mampu memberi sumbangsih positif untuk mengisi pembangunan sehingga Yogyakarta akan berubah ke arah yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Hasto turut menekankan pentingnya menjaga adat istiadat, kesenian, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. Ia berharap Yogyakarta dapat terus berkembang menjadi kota modern tanpa kehilangan identitas budayanya.
“Mari kita lestarikan adat, kesenian, serta nilai-nilai kearifan lokal agar tidak terkikis oleh zaman. Namun di sisi lain, kita juga harus terbuka terhadap inovasi, teknologi, dan kemajuan, sehingga Jogja dapat menjadi kota modern yang tetap berakar pada budaya,” katanya.
Melalui Majelis Zikir wa Maulidurrasul SAW Al Khidmah Haul Akbar Kota Yogyakarta ke-270, Hasto berharap doa bersama dapat memperkuat semangat pengabdian dan kepedulian masyarakat terhadap daerah.
“Semoga di usia yang ke-270 ini Kota Yogyakarta akan semakin kokoh sebagai kota yang istimewa. Semoga Jogja tetap menjadi kebanggaan kita bersama, kota yang memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya, kota yang damai, berbudaya, dan juga sekaligus modern,” pungkasnya. (Aga)















