UNU Yogyakarta Optimalkan Potensi Jamu TOGA untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
JABAROKENEWS.COM, BANTUL – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mulai mengakselerasi hilirisasi inovasi jamu berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kemendiktisaintek di Desa Wisata Jamu Kiringan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti 20 anggota Kelompok Jamu Gendong Marguna sebagai langkah memperkuat daya saing produk herbal lokal.
Ketua Tim PKM, Nur Saudah Al Arifa D., mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah jamu tradisional melalui inovasi produk, penguatan kapasitas usaha, hingga branding desa wisata.
“Desa Wisata Jamu Kiringan memiliki potensi luar biasa sebagai sentra jamu tradisional. Tantangannya adalah bagaimana produk jamu tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga memiliki daya simpan lebih panjang, nilai ekonomi lebih tinggi, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Nur Saudah, masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi para perajin, mulai dari keterbatasan diversifikasi produk, kemasan yang belum optimal, hingga identitas merek yang perlu diperkuat.
“Melalui FGD ini kami memetakan kebutuhan mitra secara partisipatif agar seluruh program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, hasil diskusi akan menjadi dasar penyusunan strategi pemberdayaan kelompok secara berkelanjutan.
Program PKM tersebut menghadirkan berbagai pelatihan, antara lain inovasi wedang uwuh celup, jamu serbuk instan, budidaya TOGA, manajemen usaha, pengemasan produk, hingga pemasaran dan branding.
“Kami ingin menghasilkan produk jamu yang lebih praktis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas Desa Wisata Jamu Kiringan,” jelasnya.
Selain inovasi produk, tim pengabdian juga mendorong penguatan kelembagaan usaha agar Kelompok Jamu Gendong Marguna semakin profesional dalam mengelola produksi dan pemasaran.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekonomi lokal berbasis potensi hayati. Kami berharap masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkap Nur Saudah.
Melalui program yang didukung Kemendiktisaintek ini, UNU Yogyakarta berharap hilirisasi produk herbal mampu memperkuat branding Desa Wisata Jamu Kiringan sebagai destinasi wisata kesehatan berbasis jamu.
“Kami ingin program ini menjadi model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga melestarikan pengetahuan tradisional, memperkuat UMKM herbal, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” pungkasnya.(ADY)

