Usai Insiden KA Bandara, KAI Perkuat Edukasi Keselamatan Perlintasan Sebidang
JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api resmi bersama. Kecelakaan temperan antara KA Bandara dan mobil terjadi Kamis (23/7/2026) pagi memicu peringatan keras pentingnya disiplin berlalu lintas.
Peristiwa tersebut terjadi Kamis 23 Juli 2026 sekitar pukul 08.15 WIB di wilayah Rewulu menuju Sentolo. KA 549 Bandara relasi Yogyakarta menuju YIA terserempet mobil di PJL 707 yang tidak dijaga petugas setempat. Lokasi kejadian berada di petak jalan Rewulu Sentolo tepatnya Km 528+2/3 yang merupakan perlintasan sebidang tidak terjaga.
Beruntung seluruh awak dan penumpang KA Bandara dilaporkan selamat serta dapat melanjutkan perjalanan dengan aman. Kereta kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 08.25 WIB setelah dilakukan penanganan awal di lokasi kejadian. KAI Daop 6 Yogyakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas insiden yang terjadi pagi.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyayangkan kejadian tersebut dan berharap tidak terulang. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujar Feni Novida.
Feni mengimbau masyarakat mematuhi rambu lalu lintas serta berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan kereta api. “Pastikan jalur aman dan tidak ada kereta melintas sebelum menyeberang,” tegas Feni kepada masyarakat pengguna jalan. KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuat perlintasan liar yang membahayakan keselamatan bersama di sekitar rel.
Menurut Feni keselamatan petugas kereta penumpang dan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama seluruh masyarakat. “Keselamatan bersama merupakan tanggung jawab bersama sehingga disiplin harus terus diutamakan,” kata Feni menegaskan kembali. Ia meminta masyarakat melintas hanya melalui perlintasan resmi dan selalu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara setiap waktu. “Semoga kejadian ini tidak terjadi lagi dan masyarakat semakin sadar keselamatan,” pungkas Feni Novida Saragih.(waw)

