Perkuat Transisi Riset Global, UWM Bongkar Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Bereputasi

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus memperkuat kemampuan akademisi menghasilkan artikel ilmiah berkualitas melalui workshop penulisan berbasis metodologi penelitian.
‎
‎Kali ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UWM menghadirkan Dr. Reno Wikandaru, M.Phil., sebagai narasumber.
‎
‎Workshop Penulisan Artikel Ilmiah tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa (20/10) di Ruang Sidang Rektorat UWM dengan membahas artikel review dan analisis bibliometrik.
‎
‎Kegiatan ini menjadi bagian Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset Perguruan Tinggi Tahun 2026 untuk meningkatkan kapasitas penelitian akademisi.
‎
‎Dalam pemaparannya bertajuk Menulis Review Paper, Reno menegaskan pentingnya merumuskan pertanyaan penelitian secara jelas sebelum memulai penulisan artikel ilmiah.
‎
‎”Pertanyaan penelitian harus jelas agar proses pencarian literatur dan penyusunan kajian memiliki arah yang terukur,” menjadi penekanan materi tersebut.
‎
‎Menurutnya, peneliti juga harus melakukan pencarian literatur secara sistematis serta menilai kualitas setiap penelitian yang dijadikan sumber referensi.
‎
‎”Penulisan review paper bukan sekadar mengumpulkan kutipan, tetapi membutuhkan kemampuan menyintesis dan mengevaluasi berbagai hasil penelitian,” demikian inti pemaparannya.
‎
‎Reno menjelaskan, artikel review merupakan karya akademik yang merangkum, menyintesis, sekaligus mengevaluasi perkembangan pengetahuan berdasarkan literatur penelitian yang tersedia.
‎
‎Karena itu, penulis perlu memahami hubungan antartemuan, kekuatan bukti, serta berbagai hasil penelitian sebelum menyusun kesimpulan secara ilmiah.
‎
‎Workshop tersebut juga memperkenalkan sejumlah pendekatan kajian literatur, mulai tinjauan naratif, systematic literature review, scoping review, meta-analisis, hingga bibliometrik.
‎
‎Pembahasan kemudian diarahkan pada penyusunan systematic literature review atau SLR yang membutuhkan tahapan penelitian terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.
‎
‎Reno mengingatkan, peneliti perlu menyiapkan protokol penelitian yang mencakup strategi pencarian, basis data, kriteria seleksi, serta rencana analisis literatur.
‎
‎”Protokol menjadi bagian penting agar proses penelusuran dan pemilihan artikel berjalan sistematis, konsisten, serta transparan,” jelas materi workshop.
‎
‎Artikel yang terkumpul selanjutnya harus melalui proses seleksi bertahap dengan memeriksa judul, abstrak, hingga keseluruhan isi penelitian.
‎
‎Setelah seleksi, peneliti perlu menilai kualitas artikel sebelum mengolah informasi menjadi sintesis temuan yang menjawab pertanyaan penelitian.
‎
‎Materi berikutnya membahas penggunaan PRISMA sebagai panduan pelaporan systematic review untuk memastikan proses penelitian disampaikan secara terbuka dan terstruktur.
‎
‎PRISMA menyediakan daftar periksa dan diagram alur yang menjelaskan proses pencarian, penyaringan, hingga penentuan artikel yang digunakan.
‎
‎”Melalui PRISMA, pembaca dapat memahami bagaimana artikel diperoleh, diseleksi, dan akhirnya digunakan dalam penyusunan kajian sistematis,” menjadi salah satu poin pembahasan.
‎
‎Untuk mempertajam pertanyaan penelitian, Reno turut memperkenalkan kerangka PICO, SPIDER, dan PCC sebagai perangkat bantu menentukan fokus kajian.
‎
‎Ketiga kerangka tersebut membantu peneliti mengidentifikasi subjek, fenomena, konteks, serta hasil penelitian yang ingin dianalisis secara lebih terarah.
‎
‎Tak hanya metodologi, workshop juga membahas pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk mendukung pekerjaan penelitian ilmiah.
‎
‎Teknologi tersebut dapat membantu pengelolaan referensi, penyaringan artikel, hingga ekstraksi data sehingga proses kajian literatur menjadi lebih terorganisasi.
‎
‎Salah satu aplikasi yang diperkenalkan adalah Nayanika, termasuk tahapan penggunaannya mulai memasukkan protokol penelitian hingga melakukan penyaringan literatur.
‎
Melalui kegiatan ini, LPPM UWM berharap peserta semakin memahami teknik penulisan review paper dan bibliometrik untuk menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas.
‎
Workshop tersebut sekaligus menjadi upaya UWM memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi melalui penguasaan metodologi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kompetensi akademisi.(waw)

Berita Terkait

Perluas Ruang Ekspresi Budaya, GKR Hemas Apresiasi Kehadiran Bioskop Rakyat (BIOSRA) di Daerah
UMY Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum melalui Kerja Sama dengan Peradi Profesional
Dari Pedagang untuk Warga, Pasar Godean Bagikan 4.000 Porsi Makanan Gratis dalam Aksi Kemanusiaan
Bidik Potensi Ekspor Bordir Joho, Komisi B DPRD DIY Inisiasi Intervensi Kebijakan Peningkatan Kapasitas IKM
SPS Asparagus II Sleman Tanamkan Kemandirian dan Kecintaan Budaya pada Generasi Muda
Lakukan Audiensi dengan Promotor Andrea Bocelli, Pemuda Muhammadiyah DIY Beberkan Hasil Klarifikasi
Belum Tembus 10 Besar Pencetak Partner Firma Hukum, FH PTMA Didorong Perkuat Daya Saing Lulusan
Dosen UMY Ingatkan Risiko “Sarjana Zonk” di Era AI, Dorong Kreativitas Mahasiswa

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Perluas Ruang Ekspresi Budaya, GKR Hemas Apresiasi Kehadiran Bioskop Rakyat (BIOSRA) di Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

UMY Perkuat Sinergi Pendidikan Hukum melalui Kerja Sama dengan Peradi Profesional

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Dari Pedagang untuk Warga, Pasar Godean Bagikan 4.000 Porsi Makanan Gratis dalam Aksi Kemanusiaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Perkuat Transisi Riset Global, UWM Bongkar Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Bereputasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bidik Potensi Ekspor Bordir Joho, Komisi B DPRD DIY Inisiasi Intervensi Kebijakan Peningkatan Kapasitas IKM

Berita Terbaru