Bidik Potensi Ekspor Bordir Joho, Komisi B DPRD DIY Inisiasi Intervensi Kebijakan Peningkatan Kapasitas IKM

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Sleman – Komisi B DPRD DIY mengunjungi Sentra Industri Kecil dan Menengah Bordir dan Konveksi Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (30/10/2026).
‎
‎Kunjungan tersebut menjadi langkah mendorong penguatan industri lokal, meningkatkan daya saing produk, sekaligus memperkokoh ekonomi kerakyatan berbasis potensi masyarakat setempat.
‎
‎Rombongan Komisi B DPRD DIY tiba sekitar pukul 09.00 WIB untuk melihat langsung perkembangan usaha bordir dan konveksi yang dikelola masyarakat Joho.
‎
‎Agenda kunjungan dalam daerah tersebut merupakan bagian dari perhatian legislatif terhadap keberlangsungan industri kecil dan menengah sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
‎
‎Dalam kesempatan itu, rombongan berdialog dengan pengelola sentra IKM serta sejumlah pemangku kepentingan mengenai peluang pengembangan usaha dan tantangan industri lokal.
‎
‎Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Diskusi dilakukan secara lesehan sehingga menciptakan komunikasi terbuka antara wakil rakyat dan pelaku usaha.
‎
‎Komisi B DPRD DIY juga meninjau langsung lokasi produksi untuk melihat fasilitas, perlengkapan, serta aktivitas usaha bordir dan konveksi masyarakat.
‎
‎Peninjauan tersebut memberikan gambaran mengenai potensi produksi sekaligus kebutuhan pengembangan usaha agar sentra industri Joho semakin berkembang dan kompetitif.
‎
‎Sentra Bordir dan Konveksi Joho dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui keterampilan, kreativitas, dan produktivitas masyarakat.
‎
‎Pengembangan industri ini tidak sekadar meningkatkan nilai ekonomi produk, tetapi juga membuka peluang kerja serta memperkuat keberadaan usaha berbasis keterampilan lokal.
‎
‎Rombongan menaruh perhatian terhadap pentingnya peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, serta penguatan kapasitas produksi agar mampu menjawab kebutuhan pasar.
‎
‎Selain itu, perluasan jaringan pemasaran menjadi salah satu kebutuhan penting agar produk bordir dan konveksi Joho semakin dikenal masyarakat luas.
‎
‎Penguatan IKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi, tetapi membutuhkan pembinaan, pendampingan, pembiayaan, dan akses pasar yang berkelanjutan.
‎
‎Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dan lembaga keuangan diperlukan untuk membantu pelaku usaha mengatasi berbagai kendala pengembangan industri kecil.
‎
‎Kunjungan tersebut turut melibatkan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, serta Dinas Koperasi UKM Kabupaten Sleman.
‎
‎Bank BPD DIY, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, dan pengelola Sentra IKM Bordir dan Konveksi Joho juga mengikuti agenda bersama tersebut.
‎
‎Kolaborasi berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang mendukung pertumbuhan industri kecil secara mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
‎
‎Di tengah perkembangan Condongcatur sebagai kawasan pendidikan, perdagangan, jasa, dan permukiman, industri bordir Joho memiliki peluang memperkuat ekonomi produktif masyarakat.
‎
‎Keberadaan sentra tersebut juga menggerakkan rantai ekonomi, mulai penyediaan bahan baku, keterampilan tenaga kerja, proses produksi, hingga distribusi dan pemasaran.
‎
‎Dukungan berkelanjutan diharapkan membuat pelaku IKM Joho semakin percaya diri mengembangkan usaha sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Sleman.
‎
‎Kunjungan Komisi B DPRD DIY diakhiri dengan dokumentasi dan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan antara rombongan, pemerintah, serta pengelola sentra.
‎
Melalui sinergi dan kolaborasi, Sentra Bordir dan Konveksi Joho diharapkan semakin maju, mandiri, membuka kesempatan kerja, serta menjadi kebanggaan ekonomi lokal.(ady)

Berita Terkait

Dari Pedagang untuk Warga, Pasar Godean Bagikan 4.000 Porsi Makanan Gratis dalam Aksi Kemanusiaan
Perkuat Transisi Riset Global, UWM Bongkar Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Bereputasi
SPS Asparagus II Sleman Tanamkan Kemandirian dan Kecintaan Budaya pada Generasi Muda
Lakukan Audiensi dengan Promotor Andrea Bocelli, Pemuda Muhammadiyah DIY Beberkan Hasil Klarifikasi
Belum Tembus 10 Besar Pencetak Partner Firma Hukum, FH PTMA Didorong Perkuat Daya Saing Lulusan
Dosen UMY Ingatkan Risiko “Sarjana Zonk” di Era AI, Dorong Kreativitas Mahasiswa
Nongkrong Asyik Sambil Resapi Musik: Tarumartani 1918 Cafe & Resto Gelar Rocktober
Ni Made Panti Soroti Aksi Anarkis di Malioboro, Puluhan ASN DIY Gelar Kerja Bakti Massal

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Dari Pedagang untuk Warga, Pasar Godean Bagikan 4.000 Porsi Makanan Gratis dalam Aksi Kemanusiaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Perkuat Transisi Riset Global, UWM Bongkar Strategi Penulisan Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Bereputasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bidik Potensi Ekspor Bordir Joho, Komisi B DPRD DIY Inisiasi Intervensi Kebijakan Peningkatan Kapasitas IKM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:40 WIB

SPS Asparagus II Sleman Tanamkan Kemandirian dan Kecintaan Budaya pada Generasi Muda

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Lakukan Audiensi dengan Promotor Andrea Bocelli, Pemuda Muhammadiyah DIY Beberkan Hasil Klarifikasi

Berita Terbaru