Lakukan Audiensi dengan Promotor Andrea Bocelli, Pemuda Muhammadiyah DIY Beberkan Hasil Klarifikasi

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Rencana konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Yogyakarta menjadi sorotan setelah Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWPM DIY) bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM DIY) menggelar audiensi dengan pihak promotor, Kamis (29/10/2026).

Audiensi tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan terkait rekam jejak Andrea Bocelli dalam sejumlah kegiatan di Israel, khususnya penampilannya dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada 2010.

Pertemuan ini sekaligus menjadi ruang tabayun antara organisasi kepemudaan Muhammadiyah dan pihak promotor agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin meluas.

Dalam audiensi tersebut, pihak promotor mengklarifikasi bahwa Andrea Bocelli bukan bagian dari gerakan Zionisme. Promotor juga membenarkan bahwa sang tenor pernah tampil dalam sejumlah kegiatan di Israel pada 2008, 2011, dan 2022, termasuk acara FIDF pada 2010.

Namun, menurut penjelasan promotor, Andrea Bocelli maupun manajemennya tidak pernah secara langsung melakukan penggalangan dana untuk Israel.

Pihak promotor juga menyampaikan bahwa Andrea Bocelli merupakan seorang Katolik yang taat. Selain itu, promotor mengungkapkan adanya rencana kegiatan amal untuk anak-anak Palestina yang mencakup donasi dan pembagian 10.000 pasang sepatu.

Meski menghargai penjelasan tersebut, PWPM DIY dan KOKAM DIY menilai klarifikasi lisan perlu diperkuat dengan pernyataan resmi langsung dari Andrea Bocelli maupun manajemennya.

Sekretaris KOKAM DIY, Marwan Hamed, mengatakan audiensi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjaga sensitivitas umat terhadap persoalan Palestina.

“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik sosial, tetapi kami juga tidak ingin kegelisahan dan aspirasi umat diabaikan,” ujar Marwan saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, pihak promotor perlu mendorong Andrea Bocelli menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik. Pernyataan tersebut diharapkan berisi permohonan maaf kepada kaum Muslimin, khususnya rakyat Palestina, atas keterlibatannya sebagai penampil dalam acara FIDF pada 2010.

Selain itu, PWPM DIY meminta Andrea Bocelli menegaskan sikapnya terkait gerakan Zionisme serta menyampaikan keberpihakan terhadap nilai kemanusiaan, perdamaian, dan hak rakyat Palestina.

PWPM DIY dan KOKAM DIY memberikan batas waktu kepada promotor untuk menyampaikan pernyataan tersebut sebelum pelaksanaan Salat Jumat pada (30/10/26).

Tak hanya menyoroti rekam jejak sang penyanyi, organisasi tersebut juga meminta rencana kegiatan amal untuk Palestina benar-benar direalisasikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Program donasi dan pembagian 10.000 pasang sepatu diharapkan melibatkan lembaga filantropi Islam yang kredibel serta memiliki pengalaman dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Marwan menegaskan bahwa solidaritas terhadap Palestina tidak boleh hanya menjadi bagian dari strategi komunikasi atau pelengkap kegiatan komersial.

“Palestina bukan sekadar konten charity. Solidaritas harus diwujudkan melalui keberpihakan yang nyata, konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” demikian sikap yang disampaikan PWPM DIY dan KOKAM DIY.

Pihaknya berharap polemik yang mengiringi rencana konser Andrea Bocelli dapat diselesaikan melalui dialog, keterbukaan, dan langkah konkret.

Bagi PWPM DIY dan KOKAM DIY, persoalan ini bukan semata-mata tentang penyelenggaraan konser atau sosok penyanyi internasional, melainkan juga menyangkut sensitivitas kemanusiaan dan solidaritas terhadap rakyat Palestina. (Aga)

Berita Terkait

Bidik Potensi Ekspor Bordir Joho, Komisi B DPRD DIY Inisiasi Intervensi Kebijakan Peningkatan Kapasitas IKM
SPS Asparagus II Sleman Tanamkan Kemandirian dan Kecintaan Budaya pada Generasi Muda
Belum Tembus 10 Besar Pencetak Partner Firma Hukum, FH PTMA Didorong Perkuat Daya Saing Lulusan
Dosen UMY Ingatkan Risiko “Sarjana Zonk” di Era AI, Dorong Kreativitas Mahasiswa
Nongkrong Asyik Sambil Resapi Musik: Tarumartani 1918 Cafe & Resto Gelar Rocktober
Ni Made Panti Soroti Aksi Anarkis di Malioboro, Puluhan ASN DIY Gelar Kerja Bakti Massal
UWM Pacu Akademisi Manfaatkan AI Guna Tingkatkan Daya Saing Proposal Hibah
Hujan Reda Menyambut Kibaran Merah Putih, Pemuda Depok Padukan Kebersamaan dan Semangat Perjuangan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Bidik Potensi Ekspor Bordir Joho, Komisi B DPRD DIY Inisiasi Intervensi Kebijakan Peningkatan Kapasitas IKM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Lakukan Audiensi dengan Promotor Andrea Bocelli, Pemuda Muhammadiyah DIY Beberkan Hasil Klarifikasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Belum Tembus 10 Besar Pencetak Partner Firma Hukum, FH PTMA Didorong Perkuat Daya Saing Lulusan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Dosen UMY Ingatkan Risiko “Sarjana Zonk” di Era AI, Dorong Kreativitas Mahasiswa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:15 WIB

Nongkrong Asyik Sambil Resapi Musik: Tarumartani 1918 Cafe & Resto Gelar Rocktober

Berita Terbaru