Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

proses cek kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh UMY dan UPTD Puskesmas 1 kepada civitas UMY

proses cek kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh UMY dan UPTD Puskesmas 1 kepada civitas UMY

JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kasihan 1 kembali menggelar pemeriksaan kesehatan bagi mahasiswa. Pemeriksaan dilakukan melalui kegiatan Active Case Finding (ACF), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria.

Kegiatan cek kesehatan batch kedua ini berlangsung di Asrama UNIRES UMY lantai 1 pada Kamis (15/10). Skrining kesehatan ini dilakukan juga sebagai upaya mendukung deteksi dini penyakit dan menjaga kesehatan mahasiswa.

Dokter UPTD Puskesmas Kasihan 1 sekaligus penanggung jawab program, dr. Y. Yoga Laksono, menjelaskan bahwa ketiga layanan tersebut memiliki fokus pemeriksaan yang berbeda. ACF dilakukan untuk skrining tuberkulosis (TBC), CKG ditujukan untuk pemeriksaan kesehatan secara umum. Sedangkan RDT malaria menyasar mahasiswa yang berasal dari wilayah endemis malaria.

Kegiatan pada 15 Oktober ini merupakan tahap kedua dari pelaksanaan skrining kesehatan yang telah dilakukan pada 24 September. Menurut Yoga, kegiatan tahap pertama mencakup ACF dan CKG, sedangkan pada tahap kedua pemeriksaan ditambah dengan RDT malaria.

“Penyakit menular seperti TBC menjadi perhatian karena dalam kegiatan perkuliahan terdapat interaksi antarmahasiswa di dalam kelas. Karena itu, skrining perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan risiko penyakit sedini mungkin,” jelas Yoga.

Sasar Mahasiswa Asal Daerah Endemis dan Risiko Penyakit Menular

Ia menambahkan, mahasiswa menjadi sasaran utama kegiatan ini karena UMY berada dalam wilayah kerja Puskesmas Kasihan 1. Selain itu, mahasiswa UMY berasal dari berbagai daerah sehingga pemeriksaan kesehatan perlu memperhatikan kondisi dan faktor risiko masing-masing.

Pemeriksaan RDT malaria terutama ditujukan kepada mahasiswa yang berasal dari wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang masih tinggi, seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mendeteksi kemungkinan risiko malaria pada kelompok sasaran tersebut.

Dalam pelaksanaan kali ini, penyelenggara menargetkan sebanyak 119 mahasiswa mengikuti pemeriksaan CKG, rontgen, dan RDT malaria. Penggabungan sejumlah layanan dalam satu kegiatan dilakukan agar pelaksanaan pemeriksaan lebih efektif dengan memanfaatkan ketersediaan tenaga kesehatan.

Sinergi Kampus dan Puskesmas untuk Budaya Hidup Sehat

Yoga menjelaskan bahwa kerja sama antara UMY dan Puskesmas Kasihan 1 telah berlangsung melalui berbagai kegiatan pelayanan kesehatan. Selama ini, UMY juga mengirimkan mahasiswa untuk mendapatkan layanan di puskesmas. Sementara pemeriksaan dan skrining TBC bagi mahasiswa turut didukung melalui kerja sama dengan klinik UMY.

Menurutnya, upaya pencegahan penyakit di lingkungan kampus tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga perlu didukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Mahasiswa yang mengalami keluhan kesehatan diimbau untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

“Kalau merasa tidak sehat, mahasiswa bisa memeriksakan diri ke klinik UMY. Jika sedang sakit, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu dan tidak memaksakan diri mengikuti perkuliahan,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 berupaya mendukung pemeriksaan kesehatan serta meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesehatan mahasiswa sehingga aktivitas belajar dan kegiatan di lingkungan kampus dapat berlangsung dengan baik. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Wujud Perlindungan Tenaga Kerja, Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta
Bawa Nama Harum Daerah, Atlet dan Pelatih Peparpeda Sleman Terima Tali Asih Rp46,6 Juta
Hadapi Gempuran Produk Kekinian, Sentra Pathuk Gelar Bakpia Day #14 di Yogyakarta
Pertahankan Identitas Seni Tradisional, Susanto Buka Sanggar Punokawan 2 untuk Wadah Kesenian
Sulap Lahan Tidur Jadi kawasan Produktif, Bupati Sleman & Danlanud Adisutjipto Resmikan Rajawali Farm
Aksi Gotong Royong Warga Padukuhan Jitengan Berhasil Padamkan Kebakaran Rumah di Sleman
Terbukti Khianati Kepercayaan Orang Tua, Pengasuh Daycare di Yogyakarta Dituntut Pasal Berlapis
Serangan Houthi Tembus Pertahanan Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Perang Proksi AS-Iran

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Wujud Perlindungan Tenaga Kerja, Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bawa Nama Harum Daerah, Atlet dan Pelatih Peparpeda Sleman Terima Tali Asih Rp46,6 Juta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Hadapi Gempuran Produk Kekinian, Sentra Pathuk Gelar Bakpia Day #14 di Yogyakarta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Pertahankan Identitas Seni Tradisional, Susanto Buka Sanggar Punokawan 2 untuk Wadah Kesenian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Sulap Lahan Tidur Jadi kawasan Produktif, Bupati Sleman & Danlanud Adisutjipto Resmikan Rajawali Farm

Berita Terbaru