Pertahankan Identitas Seni Tradisional, Susanto Buka Sanggar Punokawan 2 untuk Wadah Kesenian

Jumat, 16 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JABAROKENEWS.COM, Jogja – Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, meresmikan Sanggar Punokawan 2 sebagai upaya memperkuat pelestarian seni dan budaya Jawa.
‎
‎Peresmian tersebut diharapkan menjadi langkah nyata untuk menjaga kesenian tradisional Yogyakarta agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
‎
‎Susanto Dwi Antoro menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian budaya melalui dukungan sarana kesenian bagi masyarakat di sejumlah kelurahan.
‎
‎Ia telah memberikan tujuh perangkat gamelan kepada tujuh kelurahan, termasuk Sanggar Punokawan 2, untuk mendukung kegiatan seni karawitan.
‎
‎Susanto berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat seniman, penggiat budaya, dan generasi muda untuk terus belajar serta berkarya.
‎
‎“Semoga dukungan ini menjadi penyemangat bagi para seniman, penggiat budaya, dan generasi muda untuk terus belajar, berkarya, serta mencintai seni karawitan,” demikian harapan Susanto yang disampaikan dalam pesan peresmian sanggar.
‎
‎Menurut Susanto, keberadaan sanggar budaya dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk merawat tradisi sekaligus mengenalkan kesenian Jawa kepada generasi penerus.
‎
‎Sanggar Punokawan 2 diharapkan menjadi ruang bagi seniman dan masyarakat untuk mengembangkan kreativitas serta menjaga keberlangsungan seni karawitan.
‎
‎Dukungan perangkat gamelan juga diharapkan mempermudah kegiatan latihan, pembelajaran, dan pengenalan kesenian tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
‎
‎Dalam pesannya mengenai pelestarian budaya, seorang abdi dalem menekankan bahwa menjaga warisan leluhur merupakan tanggung jawab bersama.
‎
‎Abdi dalem tersebut menyampaikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban agar tradisi tetap hidup dan tidak kehilangan penerus.
‎
‎“Budaya Yogyakarta harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” demikian pesan abdi dalem tersebut mengenai pentingnya mempertahankan tradisi.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur dan tradisi para leluhur perlu diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap menjadi bagian kehidupan masyarakat.
‎
‎Menurut abdi dalem tersebut, upaya nguri-uri kabudayan Jawi perlu diwujudkan melalui kepedulian, pembelajaran, dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kebudayaan.
‎
‎Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni, tetapi juga membutuhkan kegiatan nyata yang memberi kesempatan kepada generasi muda untuk belajar dan berkarya.
‎
‎Melalui Sanggar Punokawan 2, masyarakat diharapkan semakin mudah mengenal seni karawitan serta memahami nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
‎
‎Keberadaan sanggar juga berpotensi mempererat hubungan antargenerasi melalui kegiatan kesenian yang melibatkan seniman, masyarakat, dan anak-anak muda.
‎
‎Dukungan sarana berupa gamelan menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan kegiatan seni tradisional di lingkungan masyarakat.
‎
‎Masyarakat pun diajak menumbuhkan kecintaan terhadap budaya leluhur melalui pembelajaran kesenian, pemeliharaan tradisi, dan partisipasi dalam kegiatan budaya.
‎
‎Semangat nguri-uri kabudayan Jawi menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas masyarakat Yogyakarta.
‎
‎Dengan dukungan berbagai pihak, Sanggar Punokawan 2 diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya Jawa sekaligus mewariskannya kepada generasi mendatang.(waw)

Berita Terkait

Wujud Perlindungan Tenaga Kerja, Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta
Bawa Nama Harum Daerah, Atlet dan Pelatih Peparpeda Sleman Terima Tali Asih Rp46,6 Juta
Hadapi Gempuran Produk Kekinian, Sentra Pathuk Gelar Bakpia Day #14 di Yogyakarta
Sulap Lahan Tidur Jadi kawasan Produktif, Bupati Sleman & Danlanud Adisutjipto Resmikan Rajawali Farm
Aksi Gotong Royong Warga Padukuhan Jitengan Berhasil Padamkan Kebakaran Rumah di Sleman
Terbukti Khianati Kepercayaan Orang Tua, Pengasuh Daycare di Yogyakarta Dituntut Pasal Berlapis
Serangan Houthi Tembus Pertahanan Saudi, Pakar UMY Soroti Risiko Perang Proksi AS-Iran
Deteksi Dini TBC dan Malaria, UMY dan Puskesmas Kasihan 1 Gelar Skrining Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Wujud Perlindungan Tenaga Kerja, Pemkab Sleman Serahkan Santunan Rp74 Juta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bawa Nama Harum Daerah, Atlet dan Pelatih Peparpeda Sleman Terima Tali Asih Rp46,6 Juta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Hadapi Gempuran Produk Kekinian, Sentra Pathuk Gelar Bakpia Day #14 di Yogyakarta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Pertahankan Identitas Seni Tradisional, Susanto Buka Sanggar Punokawan 2 untuk Wadah Kesenian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Sulap Lahan Tidur Jadi kawasan Produktif, Bupati Sleman & Danlanud Adisutjipto Resmikan Rajawali Farm

Berita Terbaru