JABAROKENEWS.COM, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman mengalokasikan total apresiasi Rp46.600.000 bagi atlet pelajar dan pelatih berprestasi dalam Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) DIY 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar kepada perwakilan atlet di Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Kamis (15/10).
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman Cholis Noor Mutaslimah menjelaskan, kontingen Sleman mengirimkan 35 atlet untuk berlaga pada lima cabang olahraga.
Kelima cabang olahraga tersebut meliputi atletik, bulu tangkis, boccia, tenis meja, dan renang. Sebanyak 21 atlet berhasil meraih medali.
Dari kompetisi tersebut, atlet Sleman mengumpulkan total 23 medali, terdiri atas empat emas, delapan perak, dan 11 perunggu.
Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Pemkab Sleman menyediakan anggaran penghargaan dengan total nilai mencapai Rp46.600.000 untuk atlet dan pelatih.
Dari total anggaran itu, penghargaan bagi 10 pelatih mencapai Rp18.500.000. Sementara itu, alokasi untuk atlet mencapai Rp28.100.000 berdasarkan selisih total anggaran dan penghargaan pelatih.
Dengan demikian, total apresiasi Rp46,6 juta mencakup penghargaan bagi atlet berprestasi sebesar Rp28,1 juta serta bagi 10 pelatih sebesar Rp18,5 juta.
Besaran penghargaan atlet disesuaikan dengan kategori dan capaian medali yang diraih. Namun, rincian nominal per atlet maupun perolehan medali belum dijelaskan.
“Selain kepada atlet, penghargaan juga diberikan kepada 10 pelatih dengan total nilai Rp18.500.000,” jelas Cholis.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap peran pelatih dalam mendampingi, membina, dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi.
Sementara itu, Sekda Sleman Abu Bakar menyebut partisipasi dalam Peparpeda DIY menjadi kesempatan penting bagi atlet pelajar penyandang disabilitas.
Menurutnya, kompetisi tersebut membuka ruang bagi atlet untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, dan meraih prestasi melalui persaingan yang sehat.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras, kedisiplinan, keberanian, ketekunan, serta semangat pantang menyerah yang telah ditunjukkan oleh para atlet dan pelatih,” kata Abu Bakar.
Ia menambahkan, Pemkab Sleman berkomitmen mendorong pembinaan olahraga inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi.
Pemerintah daerah juga berupaya mengembangkan potensi generasi muda sesuai bakat dan kemampuan, termasuk melalui pembinaan atlet pelajar penyandang disabilitas.
“Pemkab Sleman ingin membangun lingkungan olahraga yang tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membentuk generasi yang mandiri, disiplin, sportif, tangguh, dan percaya diri,” ujarnya.
Abu Bakar menilai olahraga juga mengajarkan nilai persaudaraan, penghargaan terhadap perbedaan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui olahraga, kita juga belajar menghargai perbedaan, menjunjung tinggi persaudaraan, serta membangun semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Pemkab Sleman berharap pemberian apresiasi ini dapat memotivasi atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan serta mempertahankan semangat berprestasi dalam kompetisi mendatang.(ady)















