Dugaan Pemerasan PKL Disorot, DPR RI Minta Perlindungan UMKM Diperkuat

JABAROKENEWS.COM, KUDUS – Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi Partai Golkar, Andika, turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi para pedagang kaki lima (PKL), Kamis (23/4/2026).

Kunjungan ini sekaligus menyoroti persoalan serius yang tengah dihadapi pelaku UMKM di daerah tersebut.

Dalam agenda tersebut, Andika menemui sejumlah PKL yang diduga menjadi korban tindakan pemerasan oleh oknum organisasi masyarakat.

Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan kasus ini tidak berhenti di tengah jalan.

“Kita akan kawal proses hukumnya,” tegas Andika di sela kegiatan.

Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Ia ingin memastikan suara pelaku usaha kecil benar-benar didengar dan diperjuangkan.

“Saya di sini sebagai anggota DPR RI Komisi VII juga menyerap aspirasi pelaku UMKM, termasuk di dalamnya PKL,” ujarnya.

Andika juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Ia menyebut, praktik-praktik yang merugikan seperti dugaan pemerasan tidak boleh dibiarkan karena bisa mematikan usaha kecil.

“UMKM harus dilindungi, jangan sampai ada tekanan yang menghambat mereka berkembang,” katanya.

Sementara itu, para pedagang menyampaikan harapan besar kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Mereka ingin adanya jaminan keamanan dalam menjalankan usaha sehari-hari.

“Kami hanya ingin berdagang dengan tenang tanpa ada gangguan,” ungkap salah satu PKL.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan solusi konkret bagi pelaku usaha kecil.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha yang aman, adil, dan kondusif di tengah tantangan yang ada.