JIKF 2026 Angkat Kuliner Lokal sebagai Media Diplomasi Budaya Yogyakarta

JABAROKENEWS.COM, ‎Jogja – Yogyakarta kembali memanfaatkan rangkaian Road to Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 sebagai panggung diplomasi budaya melalui kunjungan delegasi dunia ke Bakpia Pathok 25.

Puluhan peserta dari India, Vietnam, China, Lithuania, Amerika Serikat, Haiti, Brasil, Lebanon, Jerman, Tunisia, Malaysia, serta sejumlah negara lain mengikuti kegiatan tersebut penuh antusias.

Kegiatan yang diprakarsai Komunitas Angkasa 1 selaku penyelenggara JIKF 2026 dipimpin Anang Sarijiyanto menghadirkan pengalaman budaya berbeda dibanding kunjungan wisata biasa bagi seluruh delegasi.

Para peserta diajak menyaksikan langsung seluruh proses produksi bakpia, mulai pencampuran adonan, pengisian aneka rasa, pencetakan, hingga pemanggangan di ruang oven modern.

Tak sekadar melihat, delegasi juga mencicipi berbagai varian bakpia sambil berdialog bersama pekerja mengenai sejarah, filosofi, hingga perkembangan kuliner khas Yogyakarta tersebut.

Perwakilan Bakpia Pathok 25, Amel, mengatakan pihaknya menyambut kolaborasi Road to JIKF 2026 sebagai langkah memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat internasional.

“Kami selalu terbuka untuk kegiatan yang memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada dunia. Harapan kami bakpia semakin dikenal masyarakat internasional,” ujar Amel, Selasa (7/7/2026).

Amel menegaskan bakpia telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia sejak 2016 sehingga promosi kepada wisatawan mancanegara memiliki nilai strategis bagi pelestarian budaya.

“Datang langsung ke lokasi produksi tentu memberikan pengalaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan hanya melihat promosi melalui media sosial,” katanya.

Menurut Amel, para delegasi mengikuti seluruh proses produksi dengan antusias bahkan beberapa peserta kembali mengambil tester bakpia lebih dari satu kali.

“Pengalaman seperti ini akan menjadi cerita yang mereka bagikan kepada keluarga dan teman-temannya ketika kembali ke negara masing-masing,” tambahnya.

Delegasi asal India, Kamal Prakash, mengaku terkesan setelah pertama kali melihat langsung proses pembuatan makanan tradisional Indonesia yang dinilainya sangat profesional dan higienis.

“Semua prosesnya sangat bersih, para pekerjanya sangat profesional, dan saya benar-benar menikmati setiap prosesnya,” kata Kamal usai mengikuti kunjungan.

Ia juga menilai Road to JIKF menawarkan pengalaman berbeda karena tidak hanya menghadirkan festival layang-layang, melainkan memperkenalkan budaya, kuliner, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta.

“Festival ini bukan hanya tentang menerbangkan layang-layang. Kami juga diajak mengenal budaya, kuliner, masyarakat, dan kehidupan di Yogyakarta,” ungkapnya.

Rekannya, Dilshad, turut memuji keramahan masyarakat Indonesia. “Masyarakat Indonesia sangat ramah. Tolong pertahankan keramahan dan kebersihan ini karena menjadi hal terbaik yang kami rasakan selama berada di Indonesia,” ujarnya.

Melalui rangkaian Road to JIKF 2026, penyelenggara berharap diplomasi budaya mampu memperkuat citra Yogyakarta di mata dunia sekaligus mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi UMKM menembus pasar internasional. (waw)