Kemendagri Pacu Pj. Kepala Daerah Optimalkan Kewenangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Senin, 12 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FAJARLAMPUNG.COM – Jakarta, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memacu penjabat (Pj.) kepala daerah untuk mengoptimalkan kewenangannya dalam mengelola keuangan daerah. Pasalnya, kepala daerah termasuk Pj. memiliki kewenangan yang besar dan telah dijamin di dalam Undang-Undang (UU) untuk mengelola hal tersebut.

“Sehingga pengelolaan keuangan daerah sangat ditentukan oleh Bapak/Ibu (kepala daerah) walaupun posisinya Pj. (penjabat). Tidak ada perbedaan kewenangan Pj. dengan definitif,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Agus Fatoni pada diskusi sesi panel II Rapat Koordinasi (Rakor) Penjabat (Pj.) Kepala Daerah yang dilaksanakan di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

Berdasarkan Pasal 6 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, disebutkan bahwa presiden selaku kepala pemerintahan yang memiliki kekuasaan pengelolaan keuangan negara, sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan, menyerahkan pengelolaan keuangan daerah kepada gubernur, bupati, dan wali kota. Oleh karena itu, Fatoni mendorong Pj. kepala daerah untuk memanfaatkan kewenangan tersebut dengan baik agar pengelolaan keuangan di daerah lebih akuntabel dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di samping itu, dengan kewenangan tersebut Pj. kepala daerah memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pengelolaan keuangan di daerah masing-masing. Fatoni mengimbuhkan, setiap tahunnya Kemendagri memberikan penghargaan kepada daerah dalam bentuk APBD Award. Penghargaan tersebut memuat 3 kategori penghargaan, di antaranya realisasi pendapatan tertinggi untuk provinsi, kabupaten, dan kota.

“Ini diberikan penghargaan sebagai apresiasi bagi daerah yang telah serius untuk mengoptimalkan pendapatan, karena hampir semua daerah merasa kurang pendapatannya. Oleh karena itu, pendapatan yang tinggi tentu akan sangat bermanfaat dalam mengelola daerahnya masing-masing,” ungkap Fatoni.

Kategori berikutnya yakni realisasi belanja APBD tertinggi untuk provinsi, kabupaten, dan kota. Kategori tersebut, jelas Fatoni, sengaja dibuat untuk memberikan apresiasi kepada daerah yang optimal dalam merealisasikan belanja. Pasalnya selama ini sejumlah daerah kerap mengeluhkan kurangnya anggaran dalam APBD, tetapi daerah tersebut juga kurang dapat memaksimalkan realisasi belanja.

Fatoni berpesan kepada daerah agar memanfaatkan waktu pelaksanaan APBD perubahan untuk mengoreksi realisasi tersebut. Pada waktu tersebut target pendapatan dan belanja dapat disesuaikan agar capainnya dapat lebih maksimal.

Fatoni menyebutkan, kategori penghargaan juga mencakup tentang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pemberian apresiasi tersebut untuk memacu daerah dalam memaksimalkan peningkatan PAD. Apalagi hal ini juga sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang mendorong daerah lebih kreatif dalam meningkatkan PAD.

“Selama ini banyak dikeluhkan bahwa mengelola keuangan itu rumit. Memang rumit, tetapi sangat penting untuk bisa dipahami karena uang yang banyak tanpa pengelolaan yang baik juga jadi malapetaka. Apalagi uang yang tidak ada kemudian dikelola dengan cara yang salah, lebih sengsara lagi,” tandas Fatoni.

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Ketua TP PKK Banten Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
51 Wartawan Jalani UKW Angkatan ke-28, PWI Banten Apresiasi Dukungan Kapolda
Cerita di Balik UKW PWI Banten, Tegang Hadapi Penguji hingga Jadi Pengalaman Baru Peserta
ADMM-Plus Trident Resolve 2026 Digelar di Banten, 19 Negara Perkuat Kerja Sama Militer
Polda Banten Gelar Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71
Kapolda Banten Beri Motivasi Peserta UKW PWI: Tetap Kritis, Jaga Etika dan Akurasi
UKW PWI Banten Angkatan ke-28 Dibuka, Kompetensi dan Integritas Wartawan Jadi Fokus di Era Digital
Di Tengah Insiden Ibadah GKPI Mauk Sepatan, Gugun Gumilar Tampil dan Jadi Sorotan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:39 WIB

51 Wartawan Jalani UKW Angkatan ke-28, PWI Banten Apresiasi Dukungan Kapolda

Selasa, 22 September 2026 - 14:45 WIB

Cerita di Balik UKW PWI Banten, Tegang Hadapi Penguji hingga Jadi Pengalaman Baru Peserta

Selasa, 22 September 2026 - 14:44 WIB

ADMM-Plus Trident Resolve 2026 Digelar di Banten, 19 Negara Perkuat Kerja Sama Militer

Selasa, 22 September 2026 - 14:28 WIB

Polda Banten Gelar Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-71

Selasa, 22 September 2026 - 13:59 WIB

Kapolda Banten Beri Motivasi Peserta UKW PWI: Tetap Kritis, Jaga Etika dan Akurasi

Berita Terbaru