Kepala BSKDN Kemendagri Imbau Kota Parepare Genjot Capaian Inovasi dalam IID

Selasa, 5 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKE.COM – Parepare, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk menggenjot capaian inovasi dalam Indeks Inovasi Daerah (IID). Adapun skor hasil validasi inovasi 2023 Kota Parepare mencapai 57,85 berkategori inovatif. Skor tersebut diharapkan akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Mudah-mudahan mencapai skor 65 ke depan total nilai inovasinya. Kami akan tunggu, bukan sekadar tunggu, tetapi kami akan terus memantau dan memastikan Parepare akan semakin baik ke depannya,” jelas Yusharto saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare, Sulsel, Selasa (5/3/2024).

Upaya peningkatan skor inovasi, menurut dia, dapat dimulai dengan memperkuat tahap inisiasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Pemkot Parepare dapat memanfaatkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dari perguruan tinggi sebagai wadah untuk melahirkan berbagai ide kreatif terkait pengembangan inovasi.

“Daerah bisa memberi mahasiswa beasiswa yang mendorong mereka untuk berinovasi meski itu baru pada tahap ide kreatif, kemudian pengembangan dilakukan selanjutnya,” tambahnya.

Yusharto juga mengimbau agar Pemkot Parepare dapat mendata setiap hal yang berpotensi menjadi inovasi. Data yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk melihat kembali inovasi mana saja yang sudah bisa dilaporkan kepada Kemendagri melalui aplikasi IID.

Dia mengingatkan, agar Pemkot Parepare melaporkan inovasi yang memiliki nilai kematangan paling tinggi. Dengan begitu skor IID Kota Parepare dapat semakin meningkat.

“Misalnya seperti Wonogiri yang memiliki 1.300 inovasi yang ada di database mereka, dan pada saat platform IID dibuka mereka tinggal memilih inovasi mana saja yang tingkat kematangannya paling tinggi untuk didaftarkan. Jadi inovasi tidak ada matinya, hidup terus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga menjelaskan peta kekuatan inovasi Kota Parepare yang dinilai paling menonjol, yaitu pada aspek sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, disusul kecepatan bisnis proses, output pengetahuan dan teknologi, infrastruktur, institusi, ekosistem inovasi dan kajian.

“Pemkot Parepare harus bekerja ekstra untuk meningkatkan inovasi. Kalau sudah masuk kategori sangat inovatif maka akan diundang untuk memaparkan inovasi terpilih yang akan dijadikan ikon Kota Parepare,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Tekankan Percepatan Akta Kelahiran Anak, Pemda Diminta Bergerak
Presiden Beri Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Hadir
Wamendagri Ribka Haluk Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran
Wamendagri Bima Tekankan Paradigma Antisipatif dalam Penanganan Bencana
TP Posyandu Pusat dan TP PKK Dorong Optimalisasi 6 SPM di NTT
Mendagri Tito Dorong Penguatan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan Malinau
Satgas PRR: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Kembali Pulih Total
Pemulihan Pascabencana Berjalan, Satgas PRR Dorong Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bangkit

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Wamendagri Ribka Tekankan Percepatan Akta Kelahiran Anak, Pemda Diminta Bergerak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Presiden Beri Taklimat kepada 800 Pati TNI-Polri, Mendagri Tito Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Perkuat Komitmen Pemenuhan Hak Anak atas Akta Kelahiran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Wamendagri Bima Tekankan Paradigma Antisipatif dalam Penanganan Bencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:52 WIB

TP Posyandu Pusat dan TP PKK Dorong Optimalisasi 6 SPM di NTT

Berita Terbaru