KMMH FH UGM Soroti Pentingnya Sistem Kuat untuk Cegah Korupsi di Pemerintahan Desa

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, SLEMAN – Kegiatan penyuluhan hukum yang digelar Keluarga Mahasiswa Magister Hukum Bisnis dan Kenegaraan Fakultas Hukum UGM (KMMH FH UGM) di Kalurahan Condongcatur, Senin (27/4/2026), menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dalam mencegah korupsi.

Forum yang berlangsung di ruang Wacanaloka ini diikuti pamong kalurahan, BPKal, hingga para dukuh se-Condongcatur dengan fokus pada penguatan tata kelola keuangan dan aset desa.

Ketua KMMH FH UGM, Nawasarif, menekankan bahwa desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik.

Ia menyebut kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun sistem pemerintahan yang berintegritas.

“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa menjadi kunci dalam membangun sistem yang kuat. Tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari aspek pemahaman, budaya hukum, dan implementasi di lapangan,” tegasnya.

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Ia menilai peningkatan kapasitas aparatur desa merupakan investasi jangka panjang dalam mencegah penyimpangan.

“Pengelolaan aset dan keuangan kalurahan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dengan pemahaman hukum yang kuat, kami optimistis seluruh jajaran dapat menjalankan tugas secara profesional dan terhindar dari potensi pelanggaran hukum,” ujarnya.

Ahli Hukum Keuangan Negara, Dr. W. Riawan Tjandra, mengingatkan bahwa keuangan desa merupakan bagian dari keuangan negara yang wajib dikelola secara transparan dan akuntabel.

“Setiap rupiah yang dikelola oleh pemerintah desa harus tunduk pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum.

Risiko korupsi sering muncul dari lemahnya pemahaman regulasi dan administrasi yang tidak tertib,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Mitigasi korupsi dimulai dari sistem. Jika sistemnya kuat, maka peluang penyimpangan akan semakin kecil.”

Senada, Wasingatu Zakiyah menegaskan pentingnya membangun budaya integritas, sementara Inspektur Sleman Eko Yuliati menyoroti peran strategis APIP dalam mitigasi risiko.

Diskusi pun berlangsung interaktif dengan berbagai studi kasus nyata di lapangan.

“Transparansi anggaran dan keterbukaan informasi kepada masyarakat adalah kontrol sosial yang efektif,” ujar Wasingatu.

Eko menambahkan, “Dengan pendekatan manajemen risiko, setiap potensi kerawanan dapat diidentifikasi sejak awal dan dimitigasi secara terukur.” (andriyani)

Berita Terkait

Kasus Alun-Alun Kidul Bergulir, Ipda S Ditetapkan sebagai Terduga Pelanggar
ISPO Pekebun Swadaya Bengkulu Selatan Diperkuat, BPDP Kementan Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan
PSI Bantul Perkuat Barisan, Mesin Organisasi Mulai Dipanaskan Menuju 2029
Susilo Nugroho Den Baguse Ngarso Berpulang, Jejak Karyanya Tinggalkan Kenangan di Jogja
Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026 Jadi Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara
Rapat Paripurna DPRD DIY Resmi Kukuhkan Anggota PAW Sisa Masa Jabatan 2024–2029
Inovasi Kapal Penjaga Pantai Bertenaga Listrik Antar Tim ERC UMY Raih Juara II KKI 2026
Harga Pangan Jadi Perhatian, Mendag Pantau Langsung Pasar Prambanan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:18 WIB

Kasus Alun-Alun Kidul Bergulir, Ipda S Ditetapkan sebagai Terduga Pelanggar

Senin, 21 September 2026 - 23:15 WIB

ISPO Pekebun Swadaya Bengkulu Selatan Diperkuat, BPDP Kementan Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Senin, 21 September 2026 - 23:11 WIB

PSI Bantul Perkuat Barisan, Mesin Organisasi Mulai Dipanaskan Menuju 2029

Senin, 21 September 2026 - 19:49 WIB

Susilo Nugroho Den Baguse Ngarso Berpulang, Jejak Karyanya Tinggalkan Kenangan di Jogja

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WIB

Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026 Jadi Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara

Berita Terbaru

Nasional

Wamendagri Wiyagus: Perangi TB Butuh Sinergi Lintas Sektor

Senin, 21 Sep 2026 - 23:24 WIB