Polisi Curigai Rumah di Cilacap Jadi Titik Aman Geng Pelajar Hindari Kejaran Aparat
JABAROKENEWS.COM, Jogja – Fakta baru kembali terungkap dalam kasus kekerasan geng pelajar yang meresahkan wilayah Yogyakarta dan Bantul.
Aparat kepolisian menemukan sebuah rumah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga kuat menjadi lokasi persembunyian para pelaku penganiayaan dan pembacokan antar kelompok pelajar.
Temuan ini membuat polisi semakin yakin bahwa aksi kekerasan tersebut tidak dilakukan secara spontan, melainkan memiliki pola jaringan yang terorganisir.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengungkapkan bahwa rumah tersebut sudah beberapa kali muncul dalam pengembangan kasus kekerasan jalanan yang melibatkan pelajar.
“Rumah ini bukan baru sekali muncul dalam penyelidikan kami. Sebelumnya juga pernah digunakan pelaku kasus penganiayaan di Bantul untuk bersembunyi,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu pelaku yang sempat masuk daftar pencarian polisi juga diketahui pernah berada di lokasi itu.
Menurut Adrian, temuan tersebut menunjukkan adanya komunikasi yang cukup kuat antar anggota geng pelajar.
“Ada indikasi mereka saling terhubung dan mengetahui lokasi aman untuk menghindari kejaran aparat setelah melakukan aksi kekerasan,” katanya.
Polisi menduga rumah tersebut tidak sekadar tempat singgah biasa, tetapi kemungkinan sudah dijadikan titik perlindungan atau basecamp kelompok tertentu.
Dari hasil pemeriksaan sementara, rumah itu diketahui memiliki pemilik resmi.
Namun sehari-hari ditempati seorang anak muda yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok geng pelajar tersebut. Polisi juga menyoroti kondisi keluarga penghuni rumah.
“Orang tuanya diketahui sudah berpisah sehingga rumah sering ditempati tanpa pengawasan yang ketat,” ungkap Adrian.
Situasi itu membuat banyak anak muda disebut bebas keluar masuk rumah tanpa kontrol yang jelas.
Keberadaan rumah tersebut ternyata juga sudah lama menjadi perhatian warga sekitar.
Saat polisi berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat, rumah itu disebut kerap menjadi tempat berkumpul anak-anak muda hingga beberapa kali memicu keributan.
“Penghuni rumah juga sempat beberapa kali berselisih dengan warga dan pernah dimediasi di Polsek,” kata salah satu sumber kepolisian.
Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan geng pelajar lintas wilayah yang menggunakan lokasi tersebut sebagai tempat persembunyian setelah melakukan aksi kekerasan. (waw)

