Rapimnas AFEBSI, Prof. Edy Tekankan Kontribusi FEB bagi Perekonomian Nasional

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBSI) di Hotel Diradja, Jakarta, Jumat (6/2).

Prof. Edy hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pakar AFEBSI. Kegiatan ini diikuti pengurus AFEBSI dari seluruh Indonesia dan diawali dengan sambutan Ketua Umum AFEBSI Achmad Rozi serta Ketua Dewan Pengawas Prof. Atang Hermawan. ‎Dalam sambutannya, Prof. Edy menegaskan eksistensi AFEBSI akan semakin diakui jika kiprahnya tidak hanya berfokus pada kepentingan internal anggota, tetapi juga menyentuh kepentingan kebangsaan.
‎“AFEBSI harus terlibat aktif melalui pemikiran dan kajian strategis tentang ekonomi dan bisnis Indonesia,” tegas Guru Besar Ilmu Ekonomi tersebut.

Ia juga menyoroti kondisi paradoks Indonesia yang kaya sumber daya alam dan manusia, namun belum sepenuhnya mampu keluar dari persoalan kemiskinan.
“Indonesia ini negara kaya, tetapi realitasnya masih lebih dari 25 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Ini tantangan besar yang harus ikut dipikirkan oleh akademisi,” ujar mantan Ketua Forum Rektor Indonesia itu.
Rapimnas AFEBSI ini turut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi UWM, Dr. Jumadi, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Akreditasi AFEBSI. Kehadiran para pimpinan FEB dari berbagai daerah, menurut panitia, menjadi momentum konsolidasi dan penyelarasan program strategis organisasi.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Edy juga mendorong AFEBSI untuk rutin menggelar pelatihan, bimbingan teknis, dan lokakarya, khususnya di bidang penjaminan mutu dan kemahasiswaan. “Pelatihan dan bimtek ini penting untuk penguatan kampus-kampus FEB di seluruh Indonesia,” pungkasnya.(Waw)

Berita Terkait

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946
Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh
APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali
Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam
Kemnaker Tekankan Kedisiplinan Administrasi bagi Peserta MagangHub Batch 2
Ketua TP PKK Lampung Purnama Wulan Sari Mirza Hadiri Rakor Kelembagaan Dekranas, PKK, dan Posyandu
Pameran HUT TNI 2026, Disjarahal Perkenalkan Muspuspal Digital
Maulid Nabi Muhammad SAW, Pusterad Perkuat Semangat Keteladanan dan Pengabdian

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh

Selasa, 22 September 2026 - 14:31 WIB

APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali

Selasa, 22 September 2026 - 13:38 WIB

Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam

Senin, 21 September 2026 - 10:07 WIB

Kemnaker Tekankan Kedisiplinan Administrasi bagi Peserta MagangHub Batch 2

Berita Terbaru