Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Pertumbuhan Baru, Peran Pemerintah Daerah dalam Mewujudkannya

Selasa, 26 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JABAROKENEWS.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang melibatkan generasi muda. Hal ini disampaikan Mendagri di hadapan awak media usai rapat dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (26/11/2024).

“Kemendagri ini kan pembina dan pengawas pemerintah daerah, kita akan mendorong semua daerah untuk lebih fokus, untuk pengembangan ekonomi kreatif, dan mereka sadar potensi kreativitas anak-anak muda, warga di daerahnya masing-masing,” katanya.

Mendagri mengungkapkan, pengembangan ekonomi kreatif di daerah akan memberikan dampak positif. Berbagai dampak baik itu di antaranya bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), menambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), membuka lapangan kerja bagi anak muda, hingga mendukung kondisi keamanan daerah. “Akan memberikan kontribusi untuk ekonomi, sekaligus juga membuat situasi lebih aman,” tambahnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mendirikan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dalam merespons perkembangan industri kreatif dunia. Ekonomi kreatif menjadi sarana baru dalam pertumbuhan ekonomi yang bisa memberikan pendapatan bagi pemerintah pusat maupun daerah.

“Secara global, ekonomi kreatif ini betul-betul mesin baru pertumbuhan ekonomi, a new engine of growth, itu bisa mendatangkan penghasilan, pendapatan secara ekonomi, juga bisa membuka lapangan kerja baru,” terangnya.

Di sisi lain, Menekraf/Kabekraf Teuku Riefky Harsya menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif bersentuhan langsung dengan Pemda. Ke depan, dia berharap perkembangan ekonomi kreatif tidak hanya diinisiasi dari pusat, tapi juga daerah dengan sentuhan kekhasannya masing-masing. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif dan Kemendagri nantinya juga akan menyusun program prioritas berkaitan dengan industri kreatif dalam rangka mendukung Asta Cita.

“Kita berharap ke depan bahwa perkembangan ekonomi kreatif itu bukan hanya dari pusat ke daerah, tapi justru dari daerah untuk kepentingan kabupatennya, provinsinya, bahkan nasional, bahkan satu saat mendunia. Nah, pertemuan tadi kami merasakan bahwa akan ada angin segar untuk pelaku ekonomi kreatif di daerah,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda
TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah
Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946
Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga
Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh
APBN hingga Agustus 2026 Tetap Kuat, Kemenkeu Soroti Defisit yang Terkendali
Sinergi Kemenkeu, Bea Cukai, dan Kementan dalam Memperketat Pengawasan Impor Beras dan Garam
Kemendagri Tekankan Penguatan Kepemimpinan dan Pelayanan dalam Transformasi Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:57 WIB

Bima Arya: Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Peran Aktif Generasi Muda

Selasa, 22 September 2026 - 18:09 WIB

TP PKK Jadi Penggerak Kebersihan Lingkungan dan Penanganan Persoalan Sampah

Selasa, 22 September 2026 - 16:04 WIB

Merah Sebelum Fajar, Film Garin Nugroho Hadirkan Perjalanan Lima Tokoh di Tengah Gejolak Indonesia 1946

Selasa, 22 September 2026 - 15:36 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kendalikan TB untuk Lindungi Produktivitas dan Ekonomi Keluarga

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

Menuju Indonesia Emas 2045: Digitalisasi Perkotaan Harus Diimbangi Keamanan Tangguh

Berita Terbaru