Warga Bantul Bersatu Bangun Asrama Yatim dengan Semangat Kebersamaan

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rangkaian proses pembangunan asrama yatim piatu dan dhu'afa Yayasan Uswatun Khasanah di Gerjen, Pleret, Bantul — mulai dari kerja bakti warga, prasasti Dewan Pendiri Yayasan, hingga wujud bangunan yang kini mulai berdiri di atas tanah wakaf almarhumah Hj. Rukinem Suwandi.

Rangkaian proses pembangunan asrama yatim piatu dan dhu'afa Yayasan Uswatun Khasanah di Gerjen, Pleret, Bantul — mulai dari kerja bakti warga, prasasti Dewan Pendiri Yayasan, hingga wujud bangunan yang kini mulai berdiri di atas tanah wakaf almarhumah Hj. Rukinem Suwandi.

JABAROKENEWS.COM, BANTUL – Semangat gotong royong warga Gerjen, Pleret, Bantul, terus menyala melalui pembangunan asrama bagi anak yatim piatu dan kaum dhu’afa secara swadaya bersama warga.

Bangunan dua lantai tersebut berdiri di atas tanah wakaf almarhumah Hj. Rukinem Suwandi, menjadi tumpuan pengasuhan puluhan anak penerima manfaat secara berkelanjutan.

Fasilitas itu dibangun Yayasan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa Uswatun Khasanah bersama tokoh masyarakat, relawan, serta donatur yang bergerak sukarela untuk kemanusiaan bersama.

Gerakan kemanusiaan tersebut memiliki sejarah panjang, sebagaimana tercatat dalam prasasti pendirian yayasan tertanggal 17 September 2015 di wilayah

Pleret dan sekitarnya hingga kini.
‎Para pendiri meliputi Hj. Rukinem Suwandi, Setyadi, KPH. Ir. Nurdiantoro Darmaningrat, serta H. Rusman yang berkomitmen memperluas manfaat sosial bagi masyarakat sekitar.

Di lapangan, Bondan Supriyanto, anggota SAR DIY, turut aktif mengawal kegiatan kemanusiaan, mendampingi relawan, dan memastikan berbagai program berjalan bersama secara konsisten bersama warga.

Awalnya, gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua setelah bencana gempa bumi melanda kawasan setempat dan sekitarnya secara luas.

Pengurus kemudian mengasuh 13 anak yatim piatu di lingkungan sekitar, sebelum pelayanan sosial berkembang melalui dukungan warga dan relawan secara bertahap hingga sekarang.

Perkembangan itu semakin kuat melalui sinergi dengan warga perkumpulan Minggu Wage Kampung Tambalan RT 06, yang ikut memperluas jangkauan pengasuhan hingga kini bersama.

Saat ini, yayasan membina 42 anak yatim internal dan berkolaborasi dengan HIMATU Pleret, sehingga total penerima pengasuhan mencapai 54 anak secara keseluruhan hingga kini.

Selain anak yatim, kegiatan sosial tersebut juga menyantuni sekitar 60 kaum dhu’afa yang membutuhkan perhatian dan dukungan masyarakat setempat secara berkelanjutan setiap waktu.

Untuk menghadirkan hunian representatif, pengurus memanfaatkan tanah wakaf Hj. Rukinem Suwandi sebagai lokasi pembangunan asrama dua lantai yang terpusat dan layak digunakan.

Pembangunan fisik asrama telah dimulai sejak 2018, mengandalkan pendanaan swadaya, dukungan relawan, dan kepedulian donatur yang tergerak membantu secara sukarela bersama warga.

Meski berjalan perlahan karena keterbatasan dana, pengurus tetap menjaga komitmen untuk membangun fasilitas tanpa mengajukan proposal bantuan formal kepada pihak manapun secara khusus.

Pak Bondan mengungkapkan, “Prinsip kami murni untuk kemanusiaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami tidak mematok target atau mengajukan proposal bantuan.”

“Jika ada dermawan yang tergerak membantu secara sukarela, baik berupa material bangunan maupun dukungan operasional, kami sangat terbuka,” ungkap Pak Bondan kepada relawan.

Menurut pengurus, bantuan sukarela menjadi bentuk kemitraan kemanusiaan yang menjaga semangat kebersamaan, sekaligus mempercepat terwujudnya fasilitas layak bagi anak penerima manfaat.

Selain asrama, jaringan pendiri dan relawan juga menjalankan Program Bedah Rumah untuk membantu warga kurang mampu memperoleh hunian lebih layak dan sehat bagi keluarga.

Hingga kini, sebanyak 18 rumah warga kurang mampu telah direhabilitasi melalui gotong royong relawan SAR dan RAPI bersama donatur secara bertahap di lapangan.

Program tersebut mendapat dukungan Antoni Sudarsono Group, sehingga perbaikan rumah dapat dilakukan bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi warga penerima manfaat di lapangan bersama relawan.

“Dari keterbatasan dana tidak menjadi penghalang untuk menebar kebaikan,” menjadi semangat relawan dalam menjalankan berbagai aksi sosial bagi masyarakat setempat secara konsisten bersama-sama.

Dari tanah wakaf hingga kerja sukarela, warga Bantul terus menumbuhkan harapan bagi puluhan anak yatim dan kaum dhu’afa melalui gotong royong bersama masyarakat.(waw)

Berita Terkait

Paripurna DPR RI Sahkan 15 RUU Kabupaten/Kota, Mendagri Tekankan Kepastian Hukum Pemda
BARISTA Rayakan Dua Tahun Perjalanan, Perkuat Silaturahmi dan Aksi Sosial
Satgas Tuntaskan Pemeriksaan Kasus Kekerasan Seksual, ISI Yogyakarta Ambil Langkah Penonaktifan Dosen
Kasus Alun-Alun Kidul Bergulir, Ipda S Ditetapkan sebagai Terduga Pelanggar
ISPO Pekebun Swadaya Bengkulu Selatan Diperkuat, BPDP Kementan Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan
PSI Bantul Perkuat Barisan, Mesin Organisasi Mulai Dipanaskan Menuju 2029
Susilo Nugroho Den Baguse Ngarso Berpulang, Jejak Karyanya Tinggalkan Kenangan di Jogja
Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXV 2026 Jadi Ruang Srawung Kebudayaan Nusantara

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:01 WIB

Warga Bantul Bersatu Bangun Asrama Yatim dengan Semangat Kebersamaan

Selasa, 22 September 2026 - 14:44 WIB

Paripurna DPR RI Sahkan 15 RUU Kabupaten/Kota, Mendagri Tekankan Kepastian Hukum Pemda

Selasa, 22 September 2026 - 13:18 WIB

BARISTA Rayakan Dua Tahun Perjalanan, Perkuat Silaturahmi dan Aksi Sosial

Selasa, 22 September 2026 - 10:10 WIB

Satgas Tuntaskan Pemeriksaan Kasus Kekerasan Seksual, ISI Yogyakarta Ambil Langkah Penonaktifan Dosen

Senin, 21 September 2026 - 23:18 WIB

Kasus Alun-Alun Kidul Bergulir, Ipda S Ditetapkan sebagai Terduga Pelanggar

Berita Terbaru